Pemko Banda Aceh mulai uji coba sekolah secara tatap muka

UJI COBA SEKOLAH TATAP MUKA DI BEKASI

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mulai menguji kembali penerapan sistem belajar mengajar di sekolah secara tatap muka dalam masa pendemi COVID-19. 

“Kita mengharapkan Banda Aceh bisa kembali uji coba belajar tatap muka, dimana sekolah harus menjalankan protokol kesehatan (prokes),” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Kamis. 

Saat berkunjung ke SDN 1 Banda Aceh, Aminullah mengatakan dalam penerapan sekolah tatap muka kembali ini semuanya baik peserta didik maupun tenaga pengajar diwajibkan mengikuti prokes seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan. 

“Hari ini kita mulai uji coba tatap muka, kalau mampu kita jalankan protokol kesehatan dengan baik dan tidak bertambahnya kasus COVID-19, maka sekolah ini kita lanjutkan,” ujarnya. 

Namun, kata Aminullah, langkah antisipasi terus dilakukan karena jangan sampai setelah dilaksanakan sekolah tata muka kasusnya malah meningkat. 

“Karena ini lagi baik-baiknya pasca pelaksanaan Perwal Banda Aceh Nomor 51 Tahun 2020 dengan razia prokes kasus menurun. Kita harapkan akhir Desember ini sudah masuk dalam zona hijau,” katanya. 

Aminullah meminta kepada pihak sekolah mengawasi dengan baik para siswanya jangan sampai bermain keluar pagar sekolah, sehingga pencegahan penularan COVID-19 berjalan sesuai harapan, dan tidak munculnya klaster sekolah. 

“Kita juga berharap dukungan orang tua untuk memberikan bekal kepada anak-anaknya mulai dari masker sampai minuman dan makanan alakadarnya saat ke sekolah,” ujar Aminullah. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Banda Aceh Ramli mengatakan sekolah tata muka ini terus dilanjutkan dengan penerapan prokes yakni mengatur jarak duduk dan sistem belajar shift. 

Ramli menuturkan, sistem belajar yang diterapkan itu jika dalam satu kelas terdapat 32 siswa, maka dibagi dua sesi yaitu dari nomor 1 sampai 16 masuk pukul 07.30 WIB sampai 11.00 WIB. Kemudian sesi kedua dari nomor 17 sampai 32 dimulai dari pukul 11.00 WIB sampai 13.00 WIB. 

“Kita menjaga jarak bangku, menyiapkan tempat cuci tangan, lingkungan sekolah bersih, ini kita lakukan untuk memutuskan mata rantai penularan COVID-19,” kata Ramli. 

Terkait sistem tersebut, lanjut Ramli, pihaknya sudah menyampaikan informasi itu kepada seluruh wali murid untuk kemudian dapat dimengerti dan dilaksanakan secara baik. Antara

#satgascovid19#ingatpesanibu#ingatpesanibupakaimasker#ingatpesanibujagajarak#ingatpesanibucucitangan#pakaimasker#jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan*#cucitangandengansabun