Dinas Pendidikan Banda Aceh: 95% Ortu Ingin Anak-anaknya Sekolah Tatap Muka

Letupan Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Sekolah dan Dayah

Sistem belajar-mengajar di Banda Aceh masih berlangsung secara daring (online) karena Kota Gemilang ditetapkan sebagai zona oranye penyebaran virus Corona. Orang tua siswa berharap sekolah kembali digelar tatap muka.

“Kita sudah menghitung 95 persen lebih orang tua menginginkan anak-anak sekolah tatap muka, karena sekarang ini pelajarannya sudah mulai tinggi. Artinya, orang tua banyak yang tidak mampu mendampingi anak,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Saminan Ismail saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (17/11/2020).

Alasan lainnya, kata Saminan, anak-anak mulai bosan karena sudah lama di rumah. Meski demikian, ada juga sekitar 3 persen wali murid tidak setuju dengan sekolah tatap muka.

Saminan menjelaskan sekolah dapat digelar tatap muka bila Kota Banda Aceh sudah ditetapkan sebagai zona kuning. Pengumuman perubahan peta risiko penyebaran Corona bakal diumumkan pekan depan.

“Saat ini kita tetap menunggu. Harapannya kepada orang tua, terus menjaga protokol kesehatan sebagaimana arahan Wali Kota,” jelas Saminan.

Saminan berharap Kota Banda Aceh menjadi zona kuning hingga hijau. Wali murid diminta patuh menjalankan perintah Wali Kota untuk menjaga anaknya.

“Sehingga rindu anak-anak untuk sekolah tatap muka ini bisa dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini juga masih berjalan sekolah sistem luring, yakni siswa dapat bertanya kepada guru di sekolah bila ada pelajaran yang tidak dimengerti.

“Luring masih berjalan. Jika ada materi yang tidak mampu diajarkan oleh orang tua, orang tua beserta anaknya bisa ke sekolah untuk bertanya sama guru,” tuturnya. Detik

#satgascovid19#ingatpesanibu#ingatpesanibupakaimasker#ingatpesanibujagajarak#ingatpesanibucucitangan#pakaimasker#jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan*#cucitangandengansabun