Ketua DPRK: Dibutuhkan Langkah Strategis Mengatasi Lonjakan Kasus Covid-19

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyampaikan dibutuhkan langkah-langkah yang luar biasa agar pemerintah bisa segera mengantisipasi kasus lonjakan covid-19 di Banda Aceh.

Melihat perkembangan terkini di Kota Banda Aceh, dimana jumlah pasiem covid-19 setiap hari makin bertambah. Bahkan kata Farid Nyak Umar, hari ini mencapai 66 orang positif dan satu orang meninggal dunia.

Menurutnya ini menunjukkan selama ini kita belum punya kemampyan untuk mengatasi pertambahan jumlah positif dan meninggal. Berdasarkan data dari dinas kesehatan Aceh. Pada Minggu 13 September 2020, Kasus positif Covid-19 di Banda Aceh mencapai 926 orang positif dan 24 meninggal dunia.

“Oleh karena itu dibutuhkan langkah-langkan yang luar biasa agar pemerintah bisa seger mengantisipaso kasus ini, supaya tidak semakin meningkay atau bertambah korbanya,” kata Farid Nyak Umar, dalam rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Raqan Perubahan APBK Banda Aceh, Tahun 2020. Senin (14/09/2020).

Menurut Farid Nyak Umar, pembahasan Ramcangan Qanun (Raqan) Perubahan APBK Banda Aceh Tahun Anggaran 2020 merupakan kesempatan yang sangat tepat bagi pemerintah Kota dan DPRK untuk merencanakan dan merumuskan program-program yang bisa langsung berdampak dalam penanganan dan pencegahan covid-19 lebih luar, seperti melakukam swab massal.

“Pemerintah kota juga perlu menerapkan grand strategi apa yang bisa dilakukan sampai akhir 2020 untuk penanganan covid-19 ditetapkan secara terukur dengan pelaksanaan waktu yang jelas,” ujarnya di Gedung DPRK Banda Aceh.

Farid melihat program yang selama ini dibuat oleh pemerintah Kota Banda Aceh seperti peraturan Walikota (Perwal) Nomor 51 Tahun 2020 Perubahan Perwal 45 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protol Kesehatan Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 di Banda Aceh sudah cukup baik.

Namun kata dia dalam pelaksanaan dilapangan banyak ditemui kendala kendala, apalagi masih ada masyarakat yang tidak kooperatif dalam merespon program yang dibuat oleh pemerintah.

Terutama dalam penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Maka momentum ini menjadi sangat penting untuk merumuskan program tersebut, sehingga nantinya pemerintah kota mempunyai strategi yang terukur dalamencegah covid-19.

“Selain itu kami juga meminta kepada pemerintah Kota Banda Aceh untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasj dengan semua pihak, terutama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah,” tutur Farid Nyak Umar.