Tol Sibanceh Seksi Empat Diresmikan 25 Agustus

Jokowi Tinjau Pembangunan Tol di Aceh/Humas

PT Hutama Karya (Persero) menyatakan jalan tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) seksi empat telah siap untuk diresmikan pada Selasa 25 Agustus mendatang, sebagai pertanda mulainya beroperasi.

“Progres seksi empat sudah siap untuk dioperasikan. Awal pengoperasian ditandai acara peresmian,” kata Branch Manajer Ruas Tol Sibanceh PT Hutama Karya Jarot Seno Wibawa, saat dihubungi dari Banda Aceh, Minggu.

Ruas jalan tol Sibanceh yang akan segera beroperasi yakni seksi empat, mulai dari pintu tol Blang Bintang hingga ke pintu tol Indrapuri, dengan jarak sepanjang 13,5 kilometer.

Kata dia, proses penyelesaian (finishing) pembangunan tol seksi empat telah selesai dan dapat segera digunakan masyarakat. Termasuk, kata dia, dengan perizinan terkait keselamatan pihak ketiga di jalan tol dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). 

Untuk acara persemian, lanjut Jarot, pihaknya juga telah mendapatkan informasi bahwa Tol Sibanceh seksi empat itu akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pada Selasa, mendatang.

“Informasi yang saya terima seperti itu. Ini masih persiapan lapangan,” kata Jarot, menjelaskan.

Seperti diketahui, dengan diterbitkan Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 1127/KPTS/M/2020, maka Jalan Tol Sibanceh seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) sepanjang 13,5 kilometer secara umum telah memenuhi persyaratan laik operasi sebagai jalan tol.

Tol Sibanceh secara keseluruhan nantinya akan dilengkapi dengan tujuh Gerbang Tol dan enam Simpang Susun atau interchange. Selain itu, tol sepanjang 74 kilometer ini akan memiliki dua buah Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area Tipe A yang terletak di seksi 3 (Jantho – Indrapuri) KM 37 dan seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) KM 54.

Adapun progres dari kedua rest area tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan desain, pembebasan lahan dan land clearing. Keseluruhan TIP tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional setelah Tol Sibanceh mulai dioperasionalkan. Antara