Warga Aceh Tenggara Padati Arena Gembira Dayah Perbatasan Darul Amin

Sebanyak 3.000 lebih warga Aceh Tenggara memadati Arena Gembira pergelaran seni Dayah Perbatasan Darul Amin, Aceh Tenggara, Sabtu (8/2/2020) malam.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menghargai kreativitas para santri dalam bidang kesenian yang selama ini dipelajari di pesantren tersebut.

Pimpinan Pesantren Darul Amin, Abuya Muchlisin Desky, mengatakan kegiatan ini merupakan yang keempat kali dilaksanakan selama ia memimpin dayah tersebut. Pertama dilaksanakan pada tahun 2012 dan terakhir pada tahun 2020.

“Arena Gembira kali ini persiapannya cukup matang, mulai dari panggung hingga kesiapan para santri. Untuk background menelan biaya lebih dari 60 juta bahkan bisa mencapai 100 juta kalau dihitung keseluruhannya,” kata Muchlisin Desky dalam sambutannya di sela pembukaan kegiatan tersebut.

Memang katanya, jumlah tersebut terkesan banyak dan pemborosan, tetapi tidak sebanding dengan penghargaan yang kita berikan kepada santri dalam memotivasi mereka dan membentuk karakter melalui kesenian. Dengan cara inilaj pihak menghargai karya seni anak-anak didiknya yang telah belajar sehingga bisa menunjukkan karya nyata.

Begitu pula dengan santri begitu bersemangat mulai dari persiapan latihan dan persiapan pentas secara gotong-royong dan bahu-membahu. Tidak ada yang malas, semua begitu bergembira menyambut acara yang jarang-jarang dilaksanakan tersebut.

“Ini juga memotivasi masyarakat agar lebih tertarik memasukkan anaknya ke pesantren, di pesantren tidak hanya belajar agama, juga ada kreativitas yang membawa mereka kemandirian yang menghilangkan sifat egois,” ungkap Abuya Muchlisin.

Acara ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu para santri dan masyarakat setempat. Selama pertunjukan berlangsung, masyarakat tampak terkesima menyaksikan penampilan para santri yang memukau itu. Banyak pertunjukan yang ditampilkan antara lain; teatrikal, puisi betantai, puisi kolosal, pidato, fashion show, tarian-tarian, tari saman, seni lukis, bela diri karate, pencak silat, drama sejarah, dan akrobat persada.

“Pada kesempatan ini para santri juga membuat teatrikal sejarah perjalanan Darul Amin bagaimana gonjang-ganjing di dalamnya dan berbagai permasalahan hingga penyelesaian masalah,” ujar Abuya.

Kegiatan ini dilaksanakan usai salat Isya hingga tengah malam. Hingga acara usai, para penonton tak beranjak dari tempat duduk. Penonton tampak histeris ketika ada penampilan-penampilan yang takjub dan tertawa lepas saat adegan lucu.

Dayah Perbatasan Darul Amin merupakan dayah terpadu yang letaknya berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Dayah ini merupakan salah satu dayah binaan Dinas Pendidikan Daya Aceh yang diharapkan menjadi pembenteng akidah umat Islam di sana.