Profil Rafly, Anggota DPR Asal Aceh yang Gegerkan Nusantara Karena Usul Ekspor Ganja

Rafly/detik

Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS Rafli Kande mengusulkan pemerintah Indonesia menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor. Usul ini sontak saja membuat sejumlah orang kaget, soalnya ganja umum diketahui sebagai tanaman jenis narkoba. Rafli memiliki latar belakang dari dunia seni musik.

Dikutip dari laman fanpage Facebook resminya, Rafli lahir di Samadua, Aceh Selatan pada 1 Agustus 1967. Rafli menyelesaikan pendidikan formal dan pendidikan diploma di Aceh. Rafli diketahui pernah menjadi guru dan kemudian terjun ke dunia seni musik sejak tahun 1988.

Sebagai musisi, Rafli akrab dengan berbagai jenis musik populer hingga musik Rock. Rafli juga kerap menjuarai festival, salah satunya juara satu festival musik Rock se-Aceh pada tahun 1991.

Rafli kemudian membentuk sebuah grup musik bernama KanDe yang mengusung musik tradisional Aceh dengan sentuhan modern. Saat itu, grup bentukan Rafli ini dikenal karena ciri khas lagu-lagunya yang sarat pesan religius hingga sosial. Lagu-lagu karya KanDe ini pun banyak terinpirasi dari konflik pada zaman Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Karya-karya Rafli mendapatkan apresiasi yang baik di masyarakat. Bahkan kepingan albumnya pernah terjual ratusan ribu keping. Lagunya juga pernah dipakai dalam film ‘Hafalan Shalat Delisa’.

Rafli pun pernah diundang ke ajang festival musik bergengsi. Beberapa di antaranya seperti Java Jazz Festival Tahun 2006, Opening Gedung Salihara, Festival Salam Musik Sufi London 2006, Jakarta Melayu Festival 2014 hingga Muzika Nusantara di Malaysia 2015.

Rafli lantas terjun ke politik. Dia sempat menjadi Anggota DPD periode 2014 hingga 2019. Tahun 2019, melalui PKS, Rafli menjadi Anggota DPR RI dari dapil Nangroe Aceh Darussalam I.

Rafli kini jadi sorotan setelah mengusulkan ganja sebagai komoditas ekspor di rapat DPR. Rafli mengusulkan pemerintah mengekspor ganja dalam rapat bersama Menteri Perdagangan Agus Suparmanto membahas perjanjian dagang ASEAN dengan Jepang di Gedung DPR, Jumat (31/1). Ganja menurutnya bisa digunakan sebagai obat. Terlebih lagi, kata dia, ganja bisa tumbuh mudah di Aceh.

“Misalnya, ganja ini. Entah untuk kebutuhan farmasi atau apa aja jangan kaku lah kita harus dinamis. Ganja ini tumbuhnya mudah di Aceh. Saya rasa ini ganja harus jadi komoditas ekspor bagus,” kata Rafli, kemarin. detik