Kemenag Aceh Terima Aset Gedung Madrasah Senilai 11 M dari LPDP

Kemenag Aceh Serah Terima Aset Gedung Madrasah dari LPDP/Inmas Aceh

Kementerian Agama Provinsi Aceh menerima Aset Barang Milik Negara dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berupa bangunan gedung madrasah, mulai tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Bantuan gedung bangunan madrasah tersebut diserahkan ke dua wilayah yang terkena dampak gempa pada Juli 2013 lalu dan bangunannya selesai dibangun tahun 2015.

Adapun jumlah bantuan yang diserahkan senilai Rp. 11.554.000.000 (sebelas milyar lima ratus lima puluh empat juta rupiah).

Rincian yang diserahkan ke Kabupaten Aceh Tengah terdiri dari 58 ruang kelas pada 12 madrasah dengan total anggaran Rp. 9.651.500.000. Dan untuk Kabupaten Bener Meriah terdiri dari 25 ruang kelas pada 4 madrasah senilai Rp 1.902.500.000.

Serah terima aset gedung madrasah tersebut dilakukan Direktur Keuangan dan Umum LPDP Pusat, Syahrul Eily Mahyuddin dan diterima Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh di ruang rapat Kakanwil, Banda Aceh, Kamis (29/8).

Kakanwil mengatakan banyak madrasah rusak dan bahkan hancur ketika gempa melanda daratan Tengah Aceh.

“Alhamdulillah, kehadiran LPDP yang memberikan bantuan dana dengan membangun kembali madrasah tersebut telah mengembalikan semangat pendidikan di sana,” ujar Kakanwil.

Dikatakan Kakanwil, bantuan LPDP merupakan amal yang luar biasa, kontribusinya dapat meningkatkan daya saing bangsa.

“Bukan saja intelektual tapi juga Imtaq dan Imtek. Kita ingin membina dan membangun lembaga lebih baik, kita butuh SDM yang lebih unggul di masa mendatang. Untuk itu kami atas nama lembaga sangat berterimakasih kepada LPDP, dan silaturrahmi lembaga kita dapat kita lestarikan bersama-sama, sinerji dua lembaga sangat dibutuhkan demi kemajuan pendidikan,” sebut Kakanwil.

Direktur Keuangan dan Umum LPDP Pusat, Syahrul Eily Mahyuddin mengapresiasi Kemenag Aceh yang telah sama-sama berjuang untuk memajukan pendidikan di Aceh dan tentunya untuk kemajuan anak bangsa Indonesia.

“Melalui bantuan ini, kami berharap menjadi perekat antara kita semua dalam membangun anak bangsa yang lebih maju, bagi kami ini bantuan pertama yang kami salurkan khusus untuk bantuan pembangunan,” ucap Syahrul.