Stunting Balita Aceh Diatas Nasional, BKKBN Aceh Turun Tangan

Program Pembentukan Kampung KB masih akan menjadi prioritas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh pada tahun 2019 mendatang.

Kabid ADPIN BKKBN Aceh, Faridah menyebutkan selain program Kampung KB, pada tahun 2019 BKKBN Aceh juga akan melanjutkan program stunting di Kabupaten Aceh Timur dengan sasaran 10 gampong.

“Tahun 2018 program stunting sudah berjalan di dua kabupaten yaitu Pidie dan Aceh Tengah, masing-masing 10 desa binaan, dan Tahun 2019 tambah lagi 10 desa di Aceh Timur, sehingga seluruhnya ada 30 desa,” ujar Faridah, Senin (17/12).

Program desa stunting kata Faridah diperuntukkan bagi daerah-daerah yang masyarakat masih perlu banyak mendapatkan pemahaman tentang kesehatan, Pendidikan, Kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

“Kapasitas kita memberikan penyuluhan-penyuluhan, khususnya kepada ibu-ibu yang mempunyai balita, terkait dengan pentingnya pola hidup sehat,” lanjutnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Aceh, prevalensi balita stunting pada 2017, Aceh berada di atas nasional yaitu 34,5%, sedangkan nasional 29,6 persen.

Kabupaten yang memiliki angka prevalensi stunting di atas rata-rata provinsi, lanjutnya, yaitu Simeulue, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Gayo Lues, Singkil, Aceh Timur, Pidie, Aceh Selatan, dan Kota Subulussalam.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Aceh, Sahidal Kastri menyebutkan sebanyak 250 kampung KB telah terbentuk pada tahun 2018, dari target 271 kampung KB.
Diakuinya sejumlah Kampung KB telah berjalan secara baik, seperti di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tengah dan Aceh Barat.