Revitalisasi SMA 1 Jangan Ganggu Bangunan Bersejarah

Revitalisasi SMA 1 Jangan Ganggu Bangunan Bersejarah/Ist

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengimbau agar revitalisasi dan pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Jeumpa Puteh, tidak mengganggu bangunan utama yang penuh nilai sejarah.

Hal tersebut disampaikan oleh pria yang juga merupakan alumni SMAN 1 Jeumpa Puteh itu, dalam sambutannya sesaat sebelum melakukan peletakan batu pertama revitalisasi dan pembangunan mushalla SMAN 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh, Senin (20/8/2018).

“Bangunan utamanya adalah bangunan yang harus dilestarikan. Saya berharap revitalisasinya tidak mengganggu bangunan utama yang bersejarah. Ke depan, SMAN 1 bisa kita kembangkan menjadi menjadi sarana untuk mengenang masa lalu yang dapat kita kembangkan menjadi destinasi wisata,” ujar Nova.

Sebagaimana diketahui, bangunan awal SMAN 1 Jeumpa Puteh merupakan peninggalan Belanda yang telah ada sejak tahun 1878. Di masa lalu, gedung ini digunakan sebagai tempat berkumpulnya tokoh-tokoh pemikir Belanda. Sejak 1 September 1946, gedung ini difungsikan sebagai SMA 1 Negeri Banda Aceh, dan kemudian dilengkapi dengan sejumlah ruang kelas di bagian dalam.

Sebagai sekolah tertua di Aceh, SMAN 1 Banda Aceh telah menjadi sekolah favorit dengan segudang prestasi. Salah satu prestasi yang paling membanggakan adalah ketika Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan menyatakan SMAN 1 Jeumpa Puteh sebagai salah satu sekolah rujukan dari 614 SMA yang ada di Indonesia, pada tahun 2016 lalu.

“Itu berarti, sekolah ini telah melampaui standar Nasional Pendidikan yang ditetapkan Pemerintah. Saya berharap prestasi ini hendaknya dipertahankan sehingga sekolah ini akan terus menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,” imbuh Alumni SMAN 1 tahun 1982 itu.

Plt Gubernur mengungkapkan Anggaran pembangunan ulang SMAN 1 telah dianggarkan dalam APBA 2018 dengan total biaya sekitar Rp20 miliar. Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk membangun gedung sekolah dan ruang belajar sebanyak 24 kelas baru. Selain itu, ada pula laboratorium, kantor guru, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur juga berpesan agar anak-anak peserta didik dapat memaklumi sistem belajar mengajar yang harus berubah dan beberap gangguan yang timbul selama proses pembangunan berjalan.

“Percayalah, proses ini berlangsung tidak terlalu lama. Jika selesai, maka situasi belajar akan lebih nyaman karena fasilitasnya lebih lengkap. Dengan kehadiran gedung yang baru, kami yakin sekolah ini mampu mencatatkan prestasi yang lebih baik lagi, sehingga sekolah ini senantiasa dapat membanggakan Pemerintah dan masyarakat Aceh.

Sebagai sekolah tertua di Aceh, Nova mengimbau para alumni dan seluruh masyarakat Aceh untuk turut mendukung kelancaran pembangunan sekolah ini, agar SMAN 1 Banda Aceh semakin siap menyongsong era baru sebagai sekolah yang ramah lingkungan, lengkap dengan fasilitas belajar, serta terbaik dalam manajemen dan proses pendidikan bagi peserta didiknya.