Golkar Aceh Lolos Verifikasi Faktual

Verifikasi Faktual Golkar

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh melakukan verifikasi terhadap Partai Golongan Karya (Golkar) Aceh, Senin (29/01/2018).

Verifikasi dipimpin komisioner KIP Aceh Junaidi beserta tim dari KIP Aceh, di Kantor DPD Golkar Aceh. Turut Hadir perwakilan Bawaslu Aceh.

Hadir saat verifikasi, ketua DPD Golkar TM Nurlif, Sekretaris DPD Golkar, Bendahara serta sejumlah pengurus DPD I Golkar.

Komisioner KIP Aceh Junaidi menyebutkan, pihaknya melaksanakan verifikasi terhadap kepengurusan terutama ketua, sekretaris dan bendahara, selanjutnya domisili kantor dan selanjutnya keterwakilan perempuan 30 persen.

“Dari syarat-syarat tersebut, setelah kita lakukan verifikasi maka Golkar dinyatakan memenuhi syarat,” ujarnya.

Junaidi menambahkan, proses verifikasi terhadap partai politik berlangsung dari 28-30 Januari 2018, jika ada partai yang tidak memenuhi syarat maka diberikan kesempatan untuk melengkapinya pada 4-5 Februari 2018.

Sementara itu Ketua DPD I Golkar Aceh TM Nurlif mengaku sudah lama mempersiapkan diri untuk menghadapi verifikasi faktual. Bahkan kata Nurlif, semua unsur pengurus sudah diwajibkan memiliki kartu identitas partai Golkar.

“Maka tidak heran kita Golkar Aceh saat ini memiliki KTA sebanyak 36 ribu lebih, dan ini belum berhenti, masih terus kita rekrut terus anggota, dan di Sumatera kita terbanyak kesatu, dan nasional masuk 10 besar,”ujar Nurlif didamping pengurus Golkar Sabri Badrudin.

Sementara itu terkait dengan target Golkar pada 2019, diakui Nurlif, baru akan ditetapkan setelah selesai seleksi penjaringan bakal caleg 2019, namun yang pasti harus lebih baik dari tahun 2014.

Pada kesempatan itu Nurlif juga menyampaikan 3 program pokok dari Ketua Umum Gokar yang baru Erlangga Hartanto, pertama, mengupayakan sembilan bahan pokok terjangkau oleh rakyat, kedua, menciptakan gagasan yang bisa melahirkan lapangan kerja dan ketiga, memberikan peluang kepada masyarakat untuk memperoleh rumah murah dan layak.

“Dan ini menjadi tugas anggota DPR dari Golkar, jadi apa yang menjadi kepentingan rakyat harus diperjuangkan,”ujarnya.