DPR Aceh Pertanyakan Pembangunan Gedung Asrama Haji yang Tak Tuntas

Anggota Komisi VII DPR Aceh Ummi Kalsum mengharapkan pelayanan haji embarkasi Banda Aceh tahun 2017 ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, khususnya pelayanan saat calon jamaah saat berada di asrama haji.

Hal demikian disampaikan Ummi Kalsum disela-sela rapat penyelenggara ibadah haji embarkasi Banda Aceh, Selasa (01/08).

Ummi Kalsum menyoroti masih adanya fasilitas asrama haji yang hingga kini tak kunjung selesai dibangun sehingga mengurangi kesempurnaan pelayanan kepada calon jamaah haji.

DPR Aceh menurutnya, akan membentuk Pansus untuk mengetahui persoalan apa saja yang menghambat pembangunan asrama haji Banda Aceh.

“Hari ini saya baru tau banyak kendala dan nanti akan saya sampaikan kepada ketua komisi dan rekan-rekan DPR Aceh, apakah kita perlu bentuk pansus,”lanjutnya.

Ummi Kalsum berharap kepada Kementrian Agama Aceh agar belum tuntasnya pembangunan asrama haji tidak berdampak pada pelayanan kepada calon jamaah haji. “Mudah-mudahan apa yang belum lengkap segera ditambah, bila perlu dengan aspirasi kami juga boleh,”lanjutnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementrian Agama Aceh Daud Pakeh menyebutkan pembangunan gedung tersebut belum bisa dilanjutkan sebelum ada kepastian dari pusat. pasalnya menurut Daud Pakeh terkait pembangunan tersebut ada rekomendasi dari inspektorat dan sudah pernah dilakukan investigasi.

Gedung asrama haji itu kata Daud dibangun pada tahun 2013 dengan anggaran 10 Milyar dari 60 milyar yang direncanakan.

Seperti diketahui, tidak hanya gedung asrama haji saja, sebelumnya pembangunan Kantor Kementrian Agama wilayah Aceh juga diduga terjadinya indikasi tindak pidana korupsi.

Kepala kantor kementrian Agama Aceh Daud Pakeh bahkan sempat diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Banda Aceh terkait pembangunan gedung kantor Kementrian Agama Aceh. Sejauh ini Kejari juga sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads