Masyarakat Akan Terima Kompensasi dari PLN Pada Juni 2017

Masyarakat yang mengalami pemadaman listrik selama bulan Mei 2017 ini akan menerima kompensasi dari pihak PLN pada pembayaran bulan Juni 2017.

Kompensasi tersebut berupa pengurangan tagihan listrik pada rekening listrik bulan Juni 2017 bagi pelanggan pasca bayar dan free Issue token bagi pelanggan prabayar.

Hal demikian disampaikan General Menager PT PLN Persero Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi saat diwawancarai dikantornya, Rabu (31/05).

Ia menyebutkan pemberian kompensasi tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 8 tahun 2016 tentang Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) dan biaya yang terkait dengan penyaluran tenaga listrik oleh PLN. Adapun indikator TMP yaitu lama gangguan dan jumlah gangguan dimana apabila indikator tersebut melebihi 10 persen dari besaran yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pemberian penalty indikator TMP adalah sebagai bentuk dari kepatuhan PLN dalam penerapan Good Corporate Governence, dan tindak lanjut dari ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah,”ujarnya.

Lebih lanjut Jefri menjelaskan gangguan listrik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir disebabkan oleh kerusakan tarnsmisi pada 16 Mei 2017 yang menyebabkan beberapa pembangkit mengalami kerusakan, khususnya pada PLTU Nagan Raya dan PLTMG Arun, sehingga pembangkit yang ada tidak mampu mensuply listrik untuk system kelistrikan d Aceh, sehingga pihak PLN melakukan pemadaman bergilir.

“Jadi sama sekali tidak ada niat dari kami untuk melakukan pemadaman listrik, apalagi dibulan suci ramadhan, meskipun kami menyadari akibat pemadaman ini telah mengganggu kenayamanan dan kekhususkan umat muslim menjalankan ibadah puasa,”tambahnya.

Pada kesempatan itu Jefri juga kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh, dan berharap agar ikut mendoakan agar kelistrikan di Aceh bisa segera normal kembali.

“Gangguan yang terjadi di Aceh umumnya karena gangguan alam seperti pohon, hewan, karena cuaca, dan belakangan ini gangguan cuaca seperti angin kencang banyak terjadi, maka untuk itu kalau adanya pemadaman di rumah penduduk mohon dilaporkan ke 123 pelayanan PLN,”ujarnya.

Jefri mengaku sudah berusaha mencegah terjadinya gangguan yang berakibat pada pemadaman dengan melakukan pemeliharaan jaringan-jaringan, penebangan pohon dan sebagainya.

Ia mengakui kelistrikan di Aceh akan segera normal kembali menyusul sudah membaiknya mesin unit satu pada PLTU Nagan Raya.

“Mulai tadi malam (Selasa malam), unit satu PLTU Nagan Raya yang mengalami gangguan berat baru bisa masuk kembali, namun namanya PLTU dia tidak bisa langsung dibebani penuh tapi pertahap, dan mudah-mudahan malam mala mini (Rabu malam), PLTU Nagan Raya bisa naik kembali keposisi 60 MW seperti yang kita butuhkan, ”ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads