Bertemu Dubes Arab Saudi, Doto Zaini Bicarakan Peluang Investasi

Zaini Abdullah

Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi.

Pertemuan berlangsung di kantor Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (03/05).

Pada pertemuan itu Gubernur Aceh menyampaikan sejumlah persoalan seperti dana Baitul Asyi, wisata religi serta peluang investasi di provinsi Aceh yang dikenal dengan serambi Mekkah.

Zaini berharap melalui Duta Besar Arab Saudi agar menyampaikan permohonan kepada Raja Arab Saudi untuk melakukan investasi di provinsi Aceh pada berbagai bidang. Zaini juga memuji besarnya investasi Arab Saudi di Indonesia saat ini.

“Kami berharap agar yang mulia menyampaikan salam rakyat Aceh kepada Raja Salman, dan kami berharap agar kedepan Arab Saudi berinvestasi di Aceh,”ujarnya.

“Beberapa waktu lalu saat Raja Salman ke Indonesia kami juga melihat adanya kebahagian tersendri bagi rakyat Aceh menyambutnya, meskipun Raja tidak datang ke Aceh akan tetapi rakyat Aceh tetap antusias mengikuti perkembangan kedatangan Raja ke Indonesia melalui media-media seperti televisi,”ujarnya.

Zaini menyebutkan, sebagai satu-satunya daerah yang menjalankan syariat Islam di Indonesia dan sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai daerah destinasi wisata halal, pemerintah Aceh saat ini terus berupaya berbenah menarik wisatawan dengan fokus pada wisata halal, wisata religi, wisata tsunami dan wisata alam.

“Masjid Baiturahman sedang dalam proses rehab dan haer rampung, sudah kami buat sedemikian rupa dengan payung-payung elektrik sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan,”lanjutnya.

Pada kesempatan itu Zaini juga membicarakan kelanjutan dana Baitul Asyi (dana waqaf habib Bugak Asyi) kepada jamaah haji asal Aceh. Gubernur mengharapkan dana Baitul Asyi bisa berkelanjutan sampai kapan pun tanpa ada batas waktu.

“Adanya wakaf Baitul Asyi ini juga menandakan betapa dekatnya hubungan antara Aceh dengan Arab Saudi di masa lalu, sehingga banyak orang-orang Aceh yang hidup menetap ditanah Arab,”ujarnya.