Partai Atjeh Hijau Gelar Duek Pakat Raya dan Bahas Deklarasi Liverpool

Partai politik lokal berhaluan hijau, Partai Atjeh Hijau (PAH) akan melaksanakan kongres perdana pada 19-22 Mei mendatang di Banda Aceh. Duek Pakat Raya Parlok anggota Asia Pasific Greens Federation (APGF) ini akan diikuti oleh para penerima mandat dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.

Agenda utama kongres tersebut nantinya yakni pemilihan Presiden PAH definitif plus pembentukan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAH periode 2017-2022.

“Kami juga mengagendakan penyusunan roadmap PAH menuju Pilkada 2018 di 3 kabupaten di Aceh, Pileg 2019, platform dan kebijakan politik partai,” ujar Zahrul, pegiat yang juga salah satu pendiri PAH, Jumat (28/4/2017) di Banda Aceh.

Agenda lain yang tak kalah penting kata Zahrul yakni sosialisasi ‘Deklarasi Liverpool’, yang merupakan hasil kongres partai hijau sedunia atau Global Greens pada 30 Maret-2 April lalu di Liverpool, Inggris. Delegasi PAH ikut serta pada ajang tersebut dan turut berkontribusi dalam penyusunan deklarasi dimaksud.

“Salah satu isi Deklarasi Liverpool itu adalah mendorong seluruh negara di dunia untuk melahirkan sebuah partai politik hijau. Dan yang membanggakan sekaligus menjadi peluang bagi kita semua, Indonesia khususnya Aceh diplot sebagai salah satu calon tuan rumah Global Greens Congress 2021,” sambungnya.

Terkait peserta kongres PAH perdana di Banda Aceh, Zahrul menyebutkan setidaknya akan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari para pemilik hak suara plus peninjau dari berbagai kalangan. “Akan hadir pula pada acara pembukaannya perwakilan dari Partai Hijau Indonesia (PHI), perwakilan Asia Pasific Greens Federation (APGF), dan sejumlah perwakilan partai hijau dari berbagai negara,” ungkapnya.

Sementara soal target politik jangka pendek PAH -Parlok yang diinisiasi oleh para aktivis lingkungan Aceh ini, Zahrul enggan membeberkan lebih jauh. “Nanti saja pasca kongres akan kami umumkan secara mendetail kepada publik. Yang jelas kami memiliki komitmen yang kuat untuk setia mendorong dan mengawal setiap kebijakan pemerintah yang pro lingkungan dan rakyat,” pungkas advokat muda ini.