Saling Klaim JKA, Irwandi Tuding Apa Karya Sebar Berita Hoax

ANTARA

Tiga pasangan calon Gubernur Aceh terlibat perdebatan cukup seru terkait Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), pada debat kandidat tahap III Pilkada Aceh, Selasa (31/01) di Banda Aceh. Tem debat ke III ini mengambil tema “Mewujudkan pelayanan birokrasi berkualitas”.

Ketiga pasangan calon yang terlibat saling klaim berjasa dalam penerapan JKA di Aceh itu masing-masing, Paslon nomor urut dua Zakaria Saman-HT Alaidin, Paslon nomor urut lima Muzakir Manaf-TA Khalid dan Paslon nomor urut enam Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Perdebatan dimulai saat Zakaria Saman atau Apa Karya menanyakan kepada Irwandi Yusuf siapa sebenarnya yang membuat program JKA di Aceh.

“Saya Tanya dengan bapak, kapan JKA itu lahirnya?jadi siapa yang buatnya?,”Tanya Zakaria.

Pertanyaan itu dijawab oleh Irwandi dengan menuding Apa Karya telah menyebarkan berita hoax karena mengaku telah mencetuskan JKA. Irwandi meminta Apa Karya tidak mengarang cerita dalam kampanye.

“JKA itu saya cetuskan tahun 2010, namun saya dengar selentingan di kampanye anda mengatakan bahwa JKA anda yang bikin, itu hoax apa karya,”ujarnya.

Mendengar Jawaban itu, Apa Karya langsung menyanggahnya. Menurut Apa Karya, JKA merupakan kesepakatannya dengan para perunding perdamaian Aceh, dan hal itu diketahui olehdua petinggi GAM, Malik Mahmud dan Zaini Abdullah.

Menurutnya, JKA telah dirancang sejak gubernur Aceh Mustafa Abubakar. Oleh sebab itu Zakaria mengaku lebih berhak mengklaim sebagai mencetus JKA.

Namun Irwandi mengaku tidak pernah mendengar cerita seperti apa yang disampaikan oleh Apa Karya, Irwandi pun menuding Apa Karya telah melakukan pembohongan publik.

Tidak berhenti disitu, pertanyaan yang sama kembali diajukan oleh TA Khalid kepada Apa Karya. TA Khalid menyebutkan persoalan JKA simpang siur dan timbul fitnah, oleh karena itu TA Khalid meminta penjelasan Apa Karya siapa sebenarnya yang membuat program JKA.

Mendengar pernyataan itu Apa Karya kembali menjelaskan bahwasanya, JKA hadir atas kesepakatannya dengan perunding menjelang perdamaian Aceh.

Namun TA Khalid menimpali jawaban Apa Karya dengan jawaban bahwasanya JKA merupakan berasal dari program dana Otonomi khusus (otsus) yang juga buah dari perdamaian Aceh, dan saat itu DPRAceh dikuasai oleh parta Aceh dan Irwandi Yusuf sebagai gubernur.