Panwaslih Dinilai Masih Lamban

ANTARA

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh dinilai masih lambat dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan tahapan Pilkada Aceh.

Hal demikian disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Soedarmo pada kegiatan silaturrahmi dengan kandidat dan Forkopimda Aceh di Restoran pendopo Gubernur Aceh, Selasa (10/01).

Soedarmo meminta pihak Panwaslih Aceh dan kabupaten/kota agar cepat merespon laporan masyarakat dan menindaklanjutinya.

Soedarmo juga mengingatkan penyelenggara baik KIP maupun Panwaslih agar menjaga netralitas. Bagitu juga dengan pihak keamanan, serta Pegawai Negeri Sipil, diharapkan agar tetap menjaga netralitasnya.

Soedarmo menyampaikan apresiasi dengan kondisi Aceh saat ini yang masih cukup baik, walaupun ada insiden-insiden kecil yang menurutnya masih pada kategori wajar, oleh karena itu ia meminta semua pihak, baik pasangan calon, timses dan penyelenggara untuk sama-sama menjaga kondisi damai.

“Pemerintah pusat dari penilaian Bawaslu menilai Aceh sebagai daerah rawan pada Pilkada ini bersama Papua Barat, oleh sebab itu saya berharap agar masyarakat Aceh membalikkan penilaian ini, sehingga apa yang diprediksi Bawaslu itu tidak benar,”lanjutnya.

Soedarmo menyebutkan, damai tidaknya Pilkada Aceh sangat ditentukan oleh pasangan calon itu sendiri, sedangkan Pemerintah menurutnya akan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat yang punya hak pilih untuk datang ke TPS tanpa ada gangguan. 

Ia mengajak semua pasangan calon dan Tim Sukses untuk besaing dan berkompetisi secara sportif, sudah tidak zamannya lagi ada aksi-aksi terror dan intimidasi terhadap pemilih.

“Jangan ada maneuver-manuver untuk mempengaruhi pemilih dan juga petugas-petugas di TPS, karena aparat keamanan akan memberikan kenayaman di TPS-TPS”tambahnya.

Sementara itu Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman menyatakan komitmen TNI untuk mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di Aceh.

Ia mengakui, TNI juga sudah siap untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kritis yang terjadi pasca pencoblosan.

“Kami berharap siapapun yang menang agar bisa diterima dengan lapang dada, karakter-karakter konflik agar dihilangkan, sehingga siapapun terpilih bisa membawa Aceh lebih jaya dan lebih sejahtera,”pungkasnya.