Kepala Kanwil BKKBN Aceh Natsir Ilyas mengatakan, pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) sudah dilakukan di 12 kabupaten/kotadi Provinsi Aceh. Pencanangan tersebut dilakukan di satu desa di setiap kabupaten/kotasebagai desa percontohan.
“Kampung KB itu sebenarnya bukan untuk memberikan obat anti kehamilan, tetapi bagaimana keluarga sehat, ibu melahirkan dan bayi mendapat pelayanan yang memadai sehingga menjadi keluarga yang sehat,” kata Natsir, pada pencanangan Desa Batee Raya sebagai Kampung Madani Kencana Sejahtera di Bireuen, kemarin.
Dikatakannya, Kampung KB hanya sebagai nama operasional sehingga semua program pembangunan terealisasi dengan terintegrasi seperti pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan ibu yang melahirkan hingga pemberdayaan ekonomi.
Sementara itu Bupati Bireuen Ruslan M Daud menyatakan, pencanangan Desa Batee Raya, Kecamatan Juli, sebagai Kampung Madani Kencana Sejahtera di Bireuen itu merupakan program nasional.
“Pencanangan Kampung Madani Kencana Sejahtera sebagai percontohan pembangunan berbagai sektor menyangkut perbaikan kehidupan keluarga lebih terintegrasi dengan baik,” ujarnya.
Sebuah terobosan yang dilakukan Pemkab Bireuen dalam mendukung perencanaan keluarga sejahtera ialah dengan menganggarkan Rp 3 juta untuk program KB di setiap desa. “Ini harus menjadi contoh bagi kecamatan lain,” katanya.


