Warga Banda Aceh Semakin Minati Boarding School

Pemerintah kota Banda Aceh menetapkan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Banda Aceh sebagai sekolah Boarding School.

Kehadiran Sekolah boarding School ini diharapkan mampu melahirkan generasi-generasi Banda Aceh yang memiliki akhlak terpuji serta mampu menghafal Al-Qur’an.

Hal demikian dikatakan walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal disela-sela launching SMA Negeri 2 Banda Aceh sebagai sekolah Boarding School, Senin (27/07).

Illiza mengatakan sejauh ini ada sepuluh sekolah unggul di kota Banda Aceh, namun yang baru Boarding School hanya tiga sekolah masing-masing SMA Negeri 2 Banda Aceh, SMA Negeri 10 Fajar Harapan dan SMP percontohan. Diakui Illiza sarana dan prasarana sekolah-sekolah boarding jauh lebih lengkap dari sekolah-sekolah lainnya.

“Yang membedakan mereka menginap disini , kemudian ada program berkelanjutan dari sisi kedislpinan, dan kemudian lebih konsesn pendidikan agamanya, kita berharap lulusannya bisa mampu menghafal Al-qur’an walaupun hanya dua juz, ini yang menjadi target kita,”lanjutnya.

Sementara untuk tenaga pengajar diakui Illiza akan diberdayakan guru-guru yang telah ada, kecuali untuk beberapa bidang seperti guru-guru tahfiz Qur’an. Ia berharap guru-guru di boarding School untuk lebih sabar dalam mengasuh anak-anak serta tanpa kekerasan.

“Kita siapkan juga guru-guru tahfiz sehingga mereka terdidik menjadi generasi yang berkarakter Al-qur’an, dan berakhlakul karimah sehingga ilmu yang mereka miliki bisa mereka terapkan ditengah-tengah masyarakat nantinya,”ujarnya.

Walikota mengakui semakin banyak minat dari masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Boarding School maka pemerintah akan terus berupaya untuk membuka sekolah-sekolah baru.

Pada tahun depan diakui Illiza juga akan dibuka sekolah yang terintegrasi dari tingkat SD hingga SMA.

“Jadi akan ada terus perkembangan yang mengarah kepada yang lebih baik, agar generasi ini betul-betul menjadi generasi Islam yang siap,”tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan kota Banda Aceh Syaridin mengatakan pembukaan sekolah boarding tersebut juga untuk menampung semakin tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya disekolah berasrama.

Menurut Syaridin untuk sementara pihaknya menggunakan ruang kelas dan aula sebagai asrama, karena belum ada ruang khusus. Namun secara bertahap, diakui Syaridin pihaknya akan membangun asrama di sekolah tersebut.

“Yang pasti di SMA 2 ini belum ada asrama khusus, kita sulap ruang belajar dan aula untuk penginapan, kedepan secara bertahap kita fokus pada pembangunan asramanya,”lanjutnya.

Ditempat yang sama kepala Sekolah SMA 2 Boarding School Syarwan mengatakan Boarding School untuk membentuk karakter siswa yang berbasis Islami, bahasa, sains dan teknologi. Program tersebut juga bertujuan untuk mempercepat lahirnya generasi-generasi madani yang menguasai sains dan teknologi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads