Aceh Belum Siap Hadapi MEA

Kepala Dinas Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh Elpijar Ibrahim menyatakan provinsi Aceh belum siap untuk menghadapai program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dimulai pada Desember 2015 mendatang.

Namun demikian suka tidak suka, mau tidak mau, program MEA tersebut tetap akan berlaku karena telah direncanakan jauh-jauh hari.

Hal demikian diungkapkan Elpijar Ibrahim pada Konferensi Pers di kantor PWI Aceh, Kamis (23/04). Konfernsi Pers yang turut dihadiri Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman dan Ketua Mayday 2015 Saiful Mar juga membahas sejumlah isu-isu ketenegakerjaan di provinsi Aceh.

Elpijar mengatakan kesiapan menghadapai MEA pada akhir tahun ini menjadi persoalan serius bagi pemerintah Aceh, mengingat masih sangat tingginya angka pengangguran di provinsi Aceh.

Bedasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh angka pengangguran   saat ini mencapai angka 9,02 persen, angka tersebut masih diatas rata-rata nasional. Sementara pada pelaksanaan MEA tenaga kerja dari Aceh dituntut untuk mampu bersaing dengan pekerja-pekerja dari 10 negara di ASEAN.

”Negara-negara lain seperti Thailand sudah begitu siap, bahkan saya dengar mereka telah mewajibkan belajar bahasa Indonesia dan didaerah tertentu belajar bahasa Aceh, artinya apa?mereka akan menyasar daerah kita, kalau kita tidak siap bersaing apa yang terjadi nantinya,”lanjutnya.

Elpijar mengakui, hal lain yang lebih mengkhawatirkan hingga menjelang pelaksanaan MEA, sosialisasi di Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya belum dilakukan, bahkan di ibukota provinsi sekalipun jarang ditemukan adanya sosialisasi persiapan menghadapi MEA 2015.

”MEA ini sudah ada dihadapan kita tapi hampir pasti saya nyatakan kita belum siap, tidak terlihat adanya persiapan apapun,”katanya.

Sementara itu Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan kehadiran MEA akan mendukung masuknya investor asing ke Aceh dan membantu pertumbuhan ekonomi, dan dari sisi tenaga kerja juga akan membuka lapangan kerja baru, namun kualitas tenaga kerja harus terus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan pekerja dari berbagai negara ASEAN.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads