Libur Lebaran Usai, Biaya Sekolah Anak Menanti

Sambut Asian Games, Mendikbud Imbau Agar Siswa Terbiasa Jalan Kaki ke Sekolah/Ist

Libur Lebaran telah usai. Namun, beberapa orang tua masih harus memikirkan biaya untuk keperluan anak sekolah. Terlebih, saat ini dunia pendidikan sedang memasuki tahun ajaran baru.

Kondisi ini tentu cukup merepotkan bagi para orang tua. Apalagi, bagi mereka yang baru saja mudik dan menghabiskan uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang didapat. Sedangkan orang tua ingin anaknya masuk ke sekolah yang diinginkan dengan biaya yang tak sedikit.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho mengatakan seharusnya orang tua sudah paham, agar bisa menyisihkan biaya untuk keperluan anak sekolah sebelum libur Lebaran. Orang tua, kata Andy, biasanya memiliki perhitungan biaya yang diperlukan untuk libur Lebaran seperti mudik dan kebutuhan anak sekolah.

“Jadi sebelum libur Lebaran seharusnya ada estimasi, sebetulnya dari dana THR atau gajinya itu cukup nggak untuk mudik, tapi setelah mudik mereka masuk sekolah. Cukup nggak. Kalau memang nggak cukup untuk keduanya, bisa bikin skala prioritas. Jadi nggak mudik dulu untuk anaknya masuk sekolah,” kata Andy kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Namun, bila awalnya orang tua telah memperhitungkan kemampuan finansialnya cukup untuk libur Lebaran dan anak sekolah, tapi ternyata dananya habis, maka orang tua dapat mencari dana-dana lain yang dimiliki.

“Kalau kondisinya sekarang sudah terlanjur, atau mungkin prediksinya salah, kan bisa jadi setelah kemarin awalnya dihitung cukup untuk mudik bisa dan anak masuk sekolah,” katanya.

“Tapi misalnya dia prediksinya salah ketika mudik ada post merger yang bikin pengeluaran jebol, berarti solusinya adalah ada nggak tabungan-tabungan yang istilahnya mecah celengan, agar anak bisa masuk sekolah sesuai harapan orang tua,” sambungnya.

Andy mengatakan, orang tua bisa mendapatkan biaya sekolah dari tabungan yang dimiliki atau instrumen investasi yang ada.

“Kalau ada tabungan diambil tabungannya, atau logam mulia, bisa digadaikan atau dijual, reksa dana bisa dicairkan. Tujuannya gar anak bisa sekolah sesuai yang diinginkan orang tua,” katanya. detik