Angin Kencang Disertai Pohon Tumbang Landa Banda Aceh, Satu Warga Meninggal

Pohon Tumbang/ANTARA

Bustanil Arifin warga Banda Aceh dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang yang terjadi saat angin kencang disertai hujan lebat, Selasa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) T Ahmad Dadek di Banda Aceh menyebutkan korban meninggal dunia tersebut merupakan warga Gampong Lambuk, Kota Banda Aceh yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang.

“Sesuai informasi yang kami terima telah terjadi angin kencang dan pohon tumbang di Jalan Inspeksi Krueng Aceh Gampong Lambhuk Dusun H M Saleh Kecamatan Ulee Kareng,” ucapnya.

Pohon tumbang yang terjadi akibat angin kencang disertai hujan deras tersebut selain menelan korban jiwa juga menutup badan jalan dan saat ini tim sedang melakukan pembersihan badan jalan yang tertutup pohon tersebut.

“BPBD Kota Banda Aceh dibantu oleh masyarakat dan beberapa pihak lainnya sedang berada dilapangan untuk melakukan pembersihan,” katanya.

Ia menjelaskan Tim Pusdalops PB BPBA Provinsi Aceh terus melakukan pemantauan dan monitoring di 23 kabupaten/kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Selain monitoring kegiatan yang terus dilakukan seperti melaksanakan kegiatan rutin administrasi dan pelaporan, pengendali dan pengoprasian petugas piket Pusdalops PB BPBA.
BPBA: cari perlindungan saat angin puting beliung

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan masyarakat harus segera mencari tempat perlindungan saat angin puting beliung melanda setiap kawasan di daerah setempat.

“Jika anda sedang berada didalam bangunan seperti rumah, sekolah, gedung kantor, rumah sakit, pabrik dan lain lain, maka anda bisa segera menuju ke ruangan atau tempat evakuasi yang telah disiapkan untuk menghadapi keadaan tersebut,” kata Kepala BPBA, T Ahmad Dadek di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikannya terkait langkah-langkah yang harus dilakukan oleh warga mengingat potensi angin kencang disertai hujan lebat yang akan melanda Aceh hingga beberapa hari mendatang.

Ia juga menjelaskan jika disekitar tidak ditemukan basement, dapat menuju ke tengah-tengah dan lantai terbawah, disarankan untuk menjauhi sudut ruangan, jendela, pintu, dan juga dinding terluar bangunan.

“Apabila anda sedang berada di kendaraan seperti mobil, segera evakuasi ke tempat yang aman, carilah tempat perlindungan yang aman sesegera mungkin,” katanya.

Dalam kondisi tersebut ia menyarankan apa bila masyarakat berada di luar ruangan dapat segera menjauh dari lokasi kemungkinan terjadinya angin dan mencari tempat perlindungan segera, saat terjadi angin tiaraplah serendah mungkin, pada saluran air atau lainnya dan lindungi kepala dan leher dengan tangan.

Ia juga menjelaskan dalam kondisi angin kencang dan puting beliung tersebut, pihaknya tidak memperkenankan untuk berlindung di bawah jembatan, jalan layang dan lain lain dan lebih baik bertiarap di tempat terendah dan datar.

Ia juga pesan agar warga juga tidak pernah melarikan diri dengan mobil ke daerah daerah yang memiliki penduduk yang padat dan juga memiliki banyak bangunan, tapi segera tinggalkan kendaraan untuk mencari tempat berlindung terdekat.

“Waspadalah terhadap benda benda yang diterbangkan oleh angin, karena dapat menyebabkan cedera parah hingga kematian,” katanya.