Penyakit tuberculosis (TBC) bisa disembuhkan asal terdeteksi secara dini dan penderitanya melakukan pengobatan dengan benar.
Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang membahayakan sipenderita dan orang disekitarnya.
Hal demikian disampaikan Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal pada pelepasan 100 orang relawan TB di Kantor Camat Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh, Minggu (03/04).
Pada kesempatan itu Walikota sempat memimpin relawan mengetuk pintu rumah warga diseputaran Lung Bata dan berdialog terkait penyakit TB dengan warga.
Walikota mengatakan kegiatan itu sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyakit TB. Sejauh ini Illiza mengakui masih kurang kesadaran masyarakat untuk melaporkan penyakit TB.
Pada kesempatan itu Illiza juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan serta berhenti merokok sebagai salah satu jalan memutus mata rantai penyakit TB.
“TB sudah ada obat untuk menyembuhkan untuk penyembuhan sudah sampai 95 persen tapi kalau masih tidak tau apalagi dirahasiakan ini perlu kita sampaikan. Ini sudah ada obatnya,”ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh Media Yulizar mengatakan kasus TB di Banda Aceh mencapai 263 kasus, dengan sebaran terbanyak terdapat di kecamatan Ulee Kareng.
Namun ia tidak memungkiri banyak kasus di kecamatan lain yang tidak dilaporkan. Kegiatan tersebut, menurut Media juga bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Untuk meminimlisir kasus tetap dengan penyuluhan di puskesmas-puskesmas terus dilakukan, namun kesadaran masyarakat untuk berobat juga harus ditingkatkan,”lanjutnya.
Sementara itu Camat Kecamatan Lueng Bata Iqbal Rokan menyebutkan kegiatan itu melibatkan 100 Mahasiswa kesehatan dari Unsyiah dan Muhammadiyah Banda Aceh. Relawan tersebut turun untuk mendatangi 1500 rumah yang tersebar pada sembilan gampong di kecamatan tersebut.
“Satu orang harus dapat menggedor 15 pintu rumah, sehingga kita harapkan target tercapai. Ini bentu sosialisasi bukan mencari penderita TBC, dalam sosiliasasi ini kita punya target penderita yang malu untuk berobat,”ujarnya.
Ditempat yang sama Direktur Kesehatan Dompet Dhuafa Muhammad Ilham menyebutkan penyakit TB penularannya sangat cepat, namun kesadaran masyarakat untuk melaporkannya sangat rendah. Hal itu disebabkan masih ada masyarakat yang malu dan merasa penyakit ini penyakit kutukan.
“TB ini tidak bisa ditangani satu organisasi, tapi harus melibatkan semua pihak untuk memberikan penyadaran kepada masyaakat bahwa penyakit ini bisa disembuhkan, harapan kita kota Banda Aceh bisa bebas TB pada 2030,”lanjutnya.


