KPA Larang Pengutipan Dana Desa

Panglima Operasi Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah IV Wilayah Pase, Aceh Utara, M Jhoni melarang kepada anggota KPA di setiap wilayah mengutip dana d­esa. Hal itu dikatakannya untuk membantah  pem­be­ritaan sejumlah media online.

“Anggota KPA tidak pernah dan tidak boleh mengutip dana desa. Se­perti yang diberitakan sejumlah media online bahwa anggota KPA Aceh Utara mengutip dana desa dari keu­chik (kepala desa) itu tidak benar. Da­na desa untuk pembangunan desa, dilarang untuk keperluan pribadi,” sebut  M Jhoni saat dihubungi Analisa, Jumat (9/10).

Diakuinya, pihaknya pernah ber­mu­syawarah dengan para keuchik me­n­jelang meugang (punggahan) Idul­adha 1436 H untuk saling memi­kirkan nasib para yatim/piatu korban konflik yang ada di setiap gampong (desa) dalam Kecamatan Tanah Jambo Aye. Pihaknya selalu memikirkan kehidupan kaum duafa dan eks kom­batan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang hidupnya masih mempriha­tinkan.

“Mereka anak yatim, kaum duafa, dan mantan GAM yang kurang mam­pu. Tanggung jawab siapa? Nasib me­reka harus saling kita pikirkan men­jelang hari meugang dan lebaran se­tiap tahun,” terangnya.

Atas dasar itulah, dia mengaku me­minta keuchik untuk mendata mereka semua. Hasil musyawarah antara keuchik, pimpinan eks GAM sagoe kecamatan setempat serta sejumlah tokoh lain sebelum meugang Iduladha baru-baru ini.

“Musyawarah menyepakati untuk membantu secara sukarela tanpa unsur paksaan dari pihak eks GAM di keca­matan itu. Kami minta seikhlas­nya dari keuchik, tidak ada unsur peme­rasan. Jika ada pihak mengaku yang diperas tolong tunjukkan,” pintanya.

Menurutnya, dalam pertemuan yang dilaksanakan di Desa Biara Ti­mu, Tanah Jambo Aye, semua keuchik tidak ada yang keberatan. “Ada sekitar 260 anak yatim waktu meugang Idul­adha yang baru berlalu. Setiap hari be­sar keagamaan, kita bantu dengan jumlah Rp350 ribu/KK. Saya minta LSM jangan asal bicara tanpa menge­tahui persoalan yang sebenarnya. Jangan mencari sensasi,” tegasnya.

Jhoni juga meminta LSM dan media jangan memperkeruh suasana yang tengah aman. LSM diminta melihat lebih jauh jika mau berko­mentar.  “Jangan mendirikan LSM ha­nya untuk menjelekkan orang. Kita tidak tahu motif mereka menje­lek-jelekkan KPA. Ini pence­maran nama baik. Sekali lagi terjadi, saya akan bawa ke ranah hukum karena pence­maran nama baik,” ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah media online memberitakan para eks kom­batan GAM yang tergabung dalam KPA sagoe di Tanah Jambo Aye didu­ga telah memangkas anggaran pemba­ngunan desa di 47 desa di kecamatan itu. Pemangkasan dilakukan berkisar Rp 2-3 juta/desa.

Kabar pemotongan dana desa telah menjadi isu hangat sepekan terakhir di wilayah tersebut. Kabarnya, bebe­rapa keuchik tidak setuju dengan pe­mangkasan dana itu, namun mereka tak mampu melawan sehingga terpak­sa memberikan sejumlah dana itu kepada KPA.

Ketua Umum Asosiasi Geuchik Aceh Utara (Asgara) Muksalmina me­ngaku tidak mengetahui terkait pengu­tipan dana desa yang dilakukan KPA Wilayah Pase. “Saya belum mendapat laporan terkait hal itu. Saya pernah membaca di sejumlah media online tentang berita tersebut,” katanya.

Camat Mengutip

Hal serupa terjadi di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Menurut sumber, Camat Paya Bakong, Aceh Utara T Nadir Syah mengutip dana gam­pong 2015 sebanyak Rp1 juta/ keuchik. Menurut sumber tersebut, permintaan itu disampaikan dalam rapat dengan keuchik di Kantor Camat Paya Bakong, Kamis (8/10).

Menurut sumber, dana dikutip untuk biaya operasional baik untuk muspika maupun muspida. “Di Paya Bakong ada 39 desa, sama dengan 39 juta. Ini jelas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” kata sumber itu yang identitasnya dirahasiakan.

Menjawab Analisa, Camat Paya Bakong, T Nadirsyah membantah tu­duhan tersebut. Dia mengaku meng­adakat rapat pada Kamis (8/10), namun tidak meminta uang pada keuchik.

“Itu hanya orang yang ingin me­mo­jok­kan saya sehingga menebar fitnah. Waktu itu malah saya berpesan kepada keuchik untuk menggunakan dana tersebut sebaik mungkin, sehing­ga tidak disalahgunakan. Saya tidak takut karena tidak mengambil dana itu,” ujar camat.(analisa)

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads