Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Aceh bersama Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman (IMAN) menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap pertama senilai Rp50.000.000 kepada Blood For Life Foundation (BFLF) untuk mendukung penanganan darurat banjir di Aceh.
Bantuan ini merupakan bagian dari aksi solidaritas alumni dan diaspora Aceh di Jerman beserta jejaringnya yang bergerak cepat merespons bencana besar yang melanda Aceh akhir November lalu.
Penggalangan dana dilakukan sejak 30 November 2025 melalui jaringan alumni dan mahasiswa Aceh di Jerman, dengan total donasi terkumpul mencapai Rp108.072.896. Dari jumlah tersebut, Rp50 juta dialokasikan untuk BFLF sebagai mitra distribusi bantuan tahap pertama, sementara sisanya akan disalurkan kepada tujuh organisasi lainnya untuk menjangkau wilayah terdampak lainnya di Aceh.
Pada penyaluran tahap awal ini, bantuan difokuskan untuk masyarakat terdampak di Aceh Tamiang, salah satu daerah yang mengalami dampak banjir paling parah dan masih minim terjangkau bantuan. Titik distribusi tahap pertama mencakup Seruway, Alur Jambu, dan Kuala Simpang. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi makanan siap saji non-instan, pakaian dalam, selimut, handuk, perlengkapan ibadah, lampu penerangan dan baterai, kebutuhan bayi dan lansia, obat-obatan dasar, air bersih, serta perlengkapan sanitasi.
Ketua PAJ Aceh, Maya Safira, menyampaikan bahwa kontribusi ini merupakan wujud solidaritas lintas generasi alumni Jerman dari dalam dan luar negeri, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam penggalangan dana.
“Ketika Aceh menghadapi situasi darurat, kami merasa berkewajiban hadir. Kami mengajak rekan-rekan dan kolega yang kami miliki selama mengenyam pendidikan di Jerman serta seluruh jejaring yang ada untuk ikut membantu. Semoga bantuan ini mampu meringankan beban para korban yang rumahnya hanyut, tenggelam, atau rusak akibat banjir dan longsor. Gerak cepat diaspora Aceh dan alumni Jerman adalah bentuk cinta terhadap kampung halaman,” ujarnya.
BFLF dipilih sebagai mitra distribusi utama karena kapasitas respon cepat, jaringan relawan yang tersebar di kabupaten/kota, serta pengalaman menjangkau daerah isolir melalui jalur darat maupun laut.
Sejak awal banjir melanda, tim BFLF telah mengirimkan bantuan ke titik-titik prioritas dan memperbarui kebutuhan lapangan berdasarkan laporan relawan daerah. Selain menyalurkan donasi, PAJ Aceh dan IMAN juga mengajak para anggotanya yang berada di wilayah terdampak untuk ikut membantu proses distribusi bersama relawan BFLF, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan memperkuat koordinasi di lapangan.
PAJ Aceh merupakan organisasi alumni Jerman asal Aceh yang berdiri pada 2005 dan menjadi wadah kolaborasi untuk menghubungkan pengalaman global para alumninya dengan kebutuhan pembangunan di Aceh.
Sementara itu, Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman (IMAN) merupakan organisasi resmi mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan di berbagai universitas di Jerman, aktif dalam kegiatan seni budaya, sosial, akademik, dan jaringan riset.
Adapun Blood for Life Foundation (BFLF) dikenal sebagai organisasi sosial-kemanusiaan berbasis relawan yang fokus pada layanan donor darah, rumah singgah pasien kurang mampu, serta respon cepat bencana melalui distribusi bantuan yang transparan dan terukur.


