Jamaah Masjid Baitul Musyahadah (Masjid Teuku Umar) kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh, dan pengajian ibu-ibu yang dimotori persaudaraan muslimah (Salimah) mengumpulkan dana sebesar Rp. 46 juta untuk disumbangkan kepada umat Islam di Palestina, pada hari pertama Ramadhan.
Hal itu diungkapkan Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh Tgk. Makhyaruddin Yusuf pada konfrensi pers yang turut dihadiri ketua organisasi solidaritas rakyat Palestina di Yordania Syaikh Mohd Bader Joudi Salem Abu Zarour dan istrinya Khawla Hamed Ahmad Al Hasasneh, Ahad (29/06/2014).
Makhyaruddin menyebutkan dana tersebut terkumpul masing-masing dari jamaah tarawih malam kedua ramadhan di mesjid Baitul Musyahadah, dan jamaah pengajian ibu-ibu yang dikumpulkan melalui Persaudaraan Muslimah (Salimah).“Alhamdulillah dari jamaah tarawih terkumpul dana sebesar Rp. 13 juta dan dari Salimah ada Rp. 33 juta”ujar Makhyaruddin.
Makhyaruddin menambahkan KNRP Aceh juga menggalakkan program seribu Rupiah perseorang muslim di Aceh untuk rakyat Palestina,”Hitung-hitungannya adalah jika ada penduduk Aceh 5 juta orang dan satu orangnya mengumpulkan seribu maka ada 5 Milyar yang terkumpul disini”lanjutnya.
Makhyaruddin mengakui dari seluruh Indonesia, provinsi Aceh merupakan salah satu daerah yang paling besar konsttribusinya terhadap bantuan bagi rakyat Palestina yang berada dibawah cengkraman Yahudi.
“Sekarang kita butuh orang yang menjemput kedemawanan orang Aceh, karena orang Aceh ini sangat Peduli, sebelumnya kita sudah mengumpulkan dana lebih dari 3 Milyar di Aceh dan sudah kita sumbangkan ke Palestina”ujarnya menjelaskan.
Makhyaruddin mengatakan pengumpulan dana pada ramadhan tahun ini turut dihadiri ketua organisasi solidaritas rakyat Palestina di Yordania Syaikh Mohd Bader Joudi Salem Abu Zarour dan istrinya Khawla Hamed Ahmad Al Hasasneh yang saat ini menetap di Yordania.
“Mereka akan keliling Aceh bersama KNRP, mulai dari Banda Aceh, Sigli, Bireun, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Langsa dan Aceh Tamiang, dari Tamiang langsung ke Sumatera Utara, dan kegiatan ini berlangsung di seluruh Indonesia”jelasnya.
Sementara itu Syaikh Mohd Bader Joudi Salem Abu Zarour mengatakan pihaknya mengunjungi Indonesia membawa misi pembebasan masjidil Aqsa karena disini merupakan negara dengan umat Islam terbesar di dunia.
“Hingga hari ini masjidil Aqsa masih menghadapi masalah, masih di bawah cengkraman para Yahudi, dimana yahudi terus menerus menggali terowongan-terowongan di bawahnya, dengan tujuan merusak Al-aqsa”lanjutnya.
Mohd Bader menambahkan pihak yahudi juga terus menerus melakukan kerusuhan di sekitar Al-Aqsa, mengintimidasi rakyat di sekitar Al-aqsa sehingga setiap harinya jatuh korban disebabkan rakyat disana terus melakukan perlawanan untuk menyelamatkan masjid yang menjadi kiblat pertama umat Islam itu. “Kami ingin masyarakat Indonesia memahami apa yang sesungguhnya terjadi di Palestina”lanjutnya.
Di tempat yang sama Khawla Hamed Ahmad Al Hasasneh mengatakan baru-baru ini pihak yahudi juga melakukan penyerangan terhadap jamaah perempuan yang sedang melakukan ibadah di Masjid tersebut. “Bahkan mereka tidak menghormati kaum perempuan, mereka melecehkan kaum perempuan”lanjutnya.


