Aceh Inflasi 0,26 Persen

Pada bulan November 2013 di Provinsi Aceh terjadi Inflasi sebesar 0,26 persen, atau lebih tinggi dari inflasi Nasional yang hanya 0,12 persen, tingginya inflasi di provinsi Aceh didorong oleh inflasi yang dominan di kota Lhokseumawe yang mencapai 0,65 persen, sedangkan kota pemantau inflasi Aceh lainnya yaitu kota Banda Aceh justru mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Hermanto mengatakan inflasi yang terjadi di kota Lhokseumawe disebabkan oleh kenaikan pada cabe merah, sedangkan di Banda Aceh kenaikan cabe merah justru tidak berpengaruh dominan. Menurutnya Deflasi dikota Banda Aceh umumnya disebabkan oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti tongkol, udang basah, telur ayam dan emas perhiasan.

“Di Banda Aceh ada beberapa komoditas barang yang mengalami kenaikan harga seperti cabe merah, tarif listrik, dan beras, tapi belum berdampak pada inflasi kota Banda Aceh”lanjutnya.

Hermanto menambahkan laju inflasi sampai dengan bulan November 2013 di provinsi Aceh sudah mencapai 6,99 persen atau masih dibawah nasional yang sudah mencapai angka 7,79 persen. Sementara  untuk kota Banda Aceh laju inflasi sampai November cukup terkendali atau baru sebesar 5,56 persen, berbeda dengan kota Lhokseumawe yang sudah mencapai 8,40 persen.

Selain itu menurut Hermanto pada November 2013 juga terjadi inflasi dipedesaan Aceh yang mencapai 0,40 persen, angka tersebut merupakan angka inflasi tertinggi bila dibandingkan dengan provinsi lain di pulau sumatera.

Inflasi di pedesaan Aceh disebabkan  oleh naiknya harga-harga barang pada subkelompok bahan makanan, transportasi dan komunikasi, makanan jadi, kesehatan, sandang, perumahan, dan pendidikan,rekreasi dan olahraga.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads