Home EKONOMI BISNIS Ban Bekas Jadi Benteng Pesisir, Elnusa Petrofin Dorong Ekonomi Sirkular untuk Lingkungan...

Ban Bekas Jadi Benteng Pesisir, Elnusa Petrofin Dorong Ekonomi Sirkular untuk Lingkungan Berkelanjutan

Di tengah meningkatnya tuntutan dunia usaha untuk menjalankan bisnis yang lebih ramah lingkungan, PT Elnusa Petrofin (EPN) menunjukkan bahwa komitmen keberlanjutan tidak selalu dimulai dari proyek besar bernilai miliaran rupiah. Kadang, perubahan justru lahir dari sesuatu yang selama ini dianggap tidak berguna: ban bekas.

Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan logistik energi ini mengembangkan berbagai program lingkungan yang berfokus pada prinsip ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya baru yang memberikan manfaat ekologis dan sosial. Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi utama EPN dalam mengurangi dampak lingkungan dari operasional bisnisnya.

Salah satu inovasi yang paling menarik adalah Program Appostraps (Alat Pemecah, Peredam Ombak, dan Sedimen Traps). Melalui program ini, ban bekas kendaraan operasional yang sudah tidak layak digunakan di jalan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan. Sebaliknya, ban-ban tersebut dimanfaatkan sebagai struktur pelindung pantai untuk mengurangi abrasi di wilayah pesisir.

Program ini telah diterapkan di sejumlah daerah, mulai dari Teluk Kabung Tengah di Kota Padang, Balikpapan, hingga Desa Tokorondo di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Di lokasi-lokasi tersebut, ratusan ban bekas disusun menjadi konstruksi sederhana yang mampu meredam energi gelombang laut dan menahan sedimentasi secara alami.

Pendekatan ini tidak hanya membantu melindungi kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi, tetapi juga memperpanjang siklus hidup material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah. Dengan demikian, perusahaan menerapkan prinsip keberlanjutan yang lebih konkret, yakni memaksimalkan pemanfaatan sumber daya sebelum menjadi sampah.

Komitmen EPN terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui Program Hutan Petrofin yang kini menjadi program unggulan perusahaan. Sejak diinisiasi pada 2022, program tersebut telah menghasilkan penanaman lebih dari 13 ribu pohon yang terdiri atas trembesi, mangrove, bambu, dan berbagai tanaman produktif lainnya.

Pemilihan jenis pohon dilakukan secara strategis. Trembesi dikenal memiliki kemampuan menyerap karbon yang tinggi, mangrove berperan penting dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus menyimpan karbon biru, sementara bambu membantu mencegah erosi dan memperbaiki kualitas lahan.

Berdasarkan perhitungan perusahaan, keseluruhan program penghijauan tersebut berpotensi menghasilkan reduksi emisi hingga 127,6 ton CO2 equivalent. Meski belum mampu mengimbangi seluruh emisi operasional perusahaan distribusi energi berskala nasional, langkah ini menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan jangka panjang.

Tidak hanya fokus pada penghijauan dan pengelolaan limbah, EPN juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Hal ini terlihat melalui partisipasi perusahaan dalam Gerakan Wisata Bersih di Pantai Karang Ria, Manado. Dalam kegiatan tersebut, EPN mendukung aksi bersih pantai sekaligus memperkenalkan program ASIAP (Armada Transportasi Sampah Desa Sapa Raya), sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mengubah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi.

Nilai keberlanjutan bahkan diintegrasikan ke dalam kegiatan sosial dan keagamaan perusahaan. Pada program Petrofin Berkurban, distribusi daging kurban dilakukan menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah sederhana ini menjadi bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik yang konsisten diterapkan perusahaan.

Melalui kombinasi program penghijauan, pemanfaatan limbah, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga pengurangan plastik sekali pakai, Elnusa Petrofin berupaya membangun model bisnis yang tidak hanya mendistribusikan energi, tetapi juga menghasilkan dampak positif bagi lingkungan.

Di tengah target Net Zero Emission Indonesia 2060, pendekatan ekonomi sirkular yang dijalankan perusahaan menunjukkan bahwa sektor energi pun memiliki ruang untuk berinovasi dalam menjaga keberlanjutan bumi.

Exit mobile version