Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh menggelar pelatihan urban farming bagi kader dan masyarakat sebagai upaya mendorong pemanfaatan pekarangan rumah menjadi lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
Kegiatan bertema “Hijaukan Kota, Sehatkan Keluarga” tersebut berlangsung di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kota Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026), dan diikuti puluhan kader PKS dari Banda Aceh dan Aceh Besar.
Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, mengatakan pemanfaatan pekarangan rumah menjadi langkah sederhana namun penting dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga di tengah meningkatnya kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi yang dinamis.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menyemangati kader PKS dan masyarakat Aceh untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah, meskipun kecil. Baik ditanami sayuran maupun dimanfaatkan untuk budidaya ayam petelur, semuanya dapat membantu kebutuhan ekonomi keluarga sekaligus memenuhi gizi anak-anak,” ujar Ismunandar.
Ia berharap budaya memanfaatkan lahan pekarangan dapat semakin berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut setidaknya mampu membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri.
Pelatihan urban farming yang digelar dalam rangka Milad ke-24 PKS itu menghadirkan berbagai materi praktis, mulai dari pengolahan limbah rumah tangga, pembuatan media tanam sehat, pembuatan kompos, pengolahan pupuk kandang, pembenihan tanaman sayur, hingga teknik pemindahan benih ke media tanam.
Pada kesempatan itu Ketua Panitia Milad PKS ke-24, Zulfikar Aziz, menyebutkan rangkaian kegiatan Milad PKS tahun ini mengusung tema besar ketahanan ekonomi, pangan, dan energi. Tema tersebut kata dia tidak terlepas dari upaya keras PKS untuk hadir memberikan solusi dan alternatif bagi masyarakat.
“Kegiatan urban farming hari ini diikuti sekitar 50 peserta dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Harapannya ilmu yang diperoleh dapat langsung dipraktikkan di pekarangan rumah masing-masing sehingga nantinya terbentuk kelompok-kelompok yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan lahan kosong menjadi area tanam yang produktif dan bernilai ekonomi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sumber Utama KamiKita Community Center, Heni Cahyati, mengapresiasi inisiatif PKS Aceh yang ikut mendorong gerakan penyelamatan lingkungan melalui program ketahanan pangan keluarga.
Menurut Heni, kegiatan tersebut dapat menjadi awal terbentuknya komunitas urban farming yang solid dan berkelanjutan sebagai penyangga ekonomi rumah tangga. Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai mencoba menanam berbagai jenis tanaman yang cocok di pekarangan rumah, seperti sayuran, terong, dan cabai.
“Kalau ditekuni dengan serius, selain menambah kebutuhan gizi keluarga, kegiatan ini juga bisa memberikan nilai ekonomi. Setiap tempat memang memiliki karakter tanaman yang berbeda, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba terlebih dahulu,” ujarnya.
Heni menambahkan, kebun KamiKita Center yang telah berdiri sejak 2020 kini memiliki sekitar 108 jenis tanaman. Selain menghasilkan manfaat ekonomi, sebagian tanaman juga ditanam untuk fungsi estetika dan mendukung kembalinya ekosistem alami, termasuk menarik burung kembali ke kawasan tersebut.

