Dikbud Banda Aceh Uji Kompetensi 250 Calon Guru Diniyah

Komitmen memperkuat kualitas pendidikan keislaman terus ditunjukkan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Sebanyak 250 calon guru Diniyah dan Tahfizh mengikuti uji kompetensi dalam program Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Diniyah Kota Banda Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di SMP Negeri 6 Banda Aceh, 1–3 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan profesionalisme dan integritas tenaga pendidik, sekaligus memastikan kualitas pengajaran pendidikan agama Islam di tingkat sekolah menengah pertama tetap terjaga dan relevan dengan perkembangan zaman.

Proses seleksi dilakukan secara komprehensif, mencakup uji tulis bidang akidah, fikih, akhlak, tarikh, serta kemampuan menulis Arab-Jawi. Selain itu, peserta juga menjalani wawancara untuk mengukur kemampuan membaca kitab serta kompetensi pedagogik dalam proses belajar mengajar.

Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Banda Aceh, Syarifah Nargis, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat eksistensi pendidikan Diniyah di Banda Aceh.

“Program ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Diniyah yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat dua tahapan utama dalam program ini. Pertama, evaluasi dan seleksi calon guru. Kedua, pelatihan metode dasar pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta yang lolos seleksi.

“Ke depan, kami juga sedang mengkaji penyusunan kurikulum khas Banda Aceh yang adaptif, berdaya saing, dan mampu menjadi fondasi dalam membangun generasi berkarakter di tengah tantangan global,” tambahnya.

Penguatan mutu pendidikan ini turut mendapat perhatian lintas lembaga. Monitoring kegiatan dilakukan oleh unsur MPD, Kementerian Agama, Majelis Adat Aceh (MAA), Badan Dayah, serta Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh.

Perwakilan DSI Kota Banda Aceh, Kepala Bidang Pengembangan Syari’ah Wirzaini Usman, menilai uji kompetensi ini sebagai langkah tepat dalam menjaga kualitas pendidikan keagamaan.

“Uji kompetensi ini menjadi instrumen penting untuk memastikan para guru memiliki kapasitas, kompetensi, dan integritas dalam menjalankan perannya,” ungkapnya.

Sementara itu, kolaborator kegiatan dari kalangan akademisi juga menekankan pentingnya peran guru di era modern. Rektor The Suficademic menyebutkan bahwa guru Diniyah tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu mentransfer nilai secara efektif dengan metode yang inovatif.

“Guru hari ini adalah pembentuk karakter. Mereka harus mampu mengajarkan nilai-nilai keislaman dengan pendekatan yang relevan dan canggih,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud Kota Banda Aceh akan melaksanakan pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan metode mengajar kreatif, guna memperkuat kapasitas guru dalam mendidik generasi muda.

Untuk menjamin kualitas seleksi, tim pewawancara yang dilibatkan berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, seperti akademisi, praktisi pendidikan, hingga ahli keislaman. Pendekatan multidisipliner ini memastikan proses penilaian berjalan objektif dan menyeluruh, mencakup aspek akademik, pedagogik, spiritual, serta kearifan lokal.

Program Pendidikan Diniyah di Kota Banda Aceh sendiri telah berjalan sejak 2011 sebagai bagian dari upaya sistematis dalam memperkuat akidah dan pemahaman keagamaan generasi muda.

Berbagai pihak yang terlibat dalam monitoring turut memberikan apresiasi atas komitmen Disdikbud Kota Banda Aceh, khususnya Bidang SMP, dalam menjaga dan meningkatkan kualitas program Diniyah secara berkelanjutan.

Langkah ini semakin menegaskan posisi Banda Aceh sebagai salah satu daerah yang konsisten membangun sistem pendidikan keislaman yang terintegrasi, berstandar tinggi, serta berorientasi pada pembentukan generasi unggul di tingkat nasional.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads