Capaian Vaksinasi di Aceh Masih Rendah, Ini Kata Wapres

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin menegaskan keseriusan Pemerintah Pusat yang ingin mempercepat capaian vaksinasi di daerah yang vaksinasinya masih rendah, salah satunya adalah provinsi Aceh.

“Salah satu strategi yang kita tempuh untuk capaian vaksinasi nasional itu adalah dengan percepatan-percepatan di daerah termasuk Aceh. Selain itu kita juga mendorong agar sosialisasi semakin digencarkan di tengah masyarakat, dengan melibatkan semua pihak, termasuk ulama dan warga dayah. Dan, tentu saja dengan terus menjaga kecukupan stok vaksin,” ujar Wapres di sela-sela kunjungan untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar, Selasa (16/11/2021).

Pada kesempatan itu Wapres juga mengungkapkan, selama ini komitmen para ulama untuk menyukseskan vaksinasi sudah sangat baik. 

“Tapi kita tentu ingin capaian vaksinasi lebih tinggi lagi. Apalagi di beberapa negara telah terjadi gelombang ketiga dan ditemukan varian-varian baru. Kita ingin mengingatkan masyarakat bahwa vaksinasi adalah ikhtiar bersama dalam menghadapi pandemi ini,” kata Wapres.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah menyebutkan, realisasi vaksinasi di Aceh hingga Senin 15 November 2021 mencapai 34,5 persen. Jumlah itu meningkat tajam dari 19 persen pada bulan Agustus.

Taqwallah merincikan, peningkatan tajam terjadi pada September sebanyak 6,3 persen, kemudian Oktober 5,9 persen dan per 15 November 2021 sebesar meningkat 3,5 persen, “Kenaikan signifikan terjadi pada kelompok usia sekolah atau remaja, yaitu 28,9 persen dari sebelumnya 2,8 persen,” kata Sekda.

Sekda mengakui, peningkatan terjadi setelah dilakukannya sosialisasi massif untuk kelompok usia remaja pada 1.141 pesantren dan 2.677 sekolah serta pertemuan dengan 6.497 kepala desa, 289 camat, 360 Kepala puskesmas dan dukungan luar biasa dari para ulama.

“Saat ini, persepsi masyarakat terhadap vaksin semakin positif, dan antusiasme melakukan vaksin juga semakin tinggi, setelah sebelumnya sempat terjadi penolakan akibat masifnya informasi hoaks,” kata Sekda. Iqbal