Sekda Ingatkan Dampak Serius Rendahnya Vaksinasi di Aceh

Petugas kesehatan saat melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Gedung Banda Aceh Convention Hall (BACH), Jumat (20/8/2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah menyebutkan, capaian vaksinasi di Aceh saat ini masih berada di angka 33 persen. Capaian tersebut masih rendah dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

Taqwallah mengingatkan dampak serius dan berbahaya jika capaian vaksinasi di Aceh tertinggal jauh dari daerah lain di Indonesia. Jika capaian vaksinasi terlalu rendah maka kekebalan kelompok atau herd immunity yang diharapkan muncul bisa saja tidak akan terwujud.

“Jika daerah kita tertinggal dalam hal vaksinasi, sementara daerah lain berhasil, maka bisa jadi kita akan tetap hidup dalam bayang-bayang pandemi Covid-19,” kata Taqwallah.

Oleh karenanya Sekda mengajak seluruh keuchik terlibat aktif dalam menyukseskan vaksinasi di tingkat gampong sebagai ikhtiar mengakhiri pandemi ini. Para keuchik juga diajak untuk melakukan pendekatan yang lebih aktif di tingkat gampong guna meyakinkan warga agar bersedia divaksin. 

Para keuchik diminta mendata warga guna memudahkan vaksinasi Covid-19. Pendataan juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi warga yang sudah divaksin dan yang belum menjalani vaksinasi, termasuk untuk mengetahui warga yang memang tidak boleh divaksin berdasarkan keterangan dokter.

“Bagi warga yang belum divaksin agar dilakukan pendekatan, berikan pemahaman tentang bahaya pandemi dan pentingnya vaksinasi sebagai usaha untuk mengakhiri pandemi ini,” kata Taqwallah.

Taqwallah memaklumi ada sebagian masyarakat yang masih ragu untuk melakukan vaksinasi. Karena itu dia mengingatkan para keuchik untuk bekerja lebih aktif dalam melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

Sementara itu Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan, pemerintah Aceh masih terus menggencarkan vaksinasi massal Covid-19 bagi masyarakat. Setiap harinya, bahkan Sekda Aceh terus memantau vaksinasi bagi warga sekolah. Apa yang dilakukan tersebut adalah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Aceh.

“Alhamdulillah partisipasi masyarakat terus meningkat. Di gerai pemerintah Aceh, yaitu di Banda Aceh Convention Hall (BACH), sampai hari ini telah 80.273 orang yang telah divaksin,” kata Iswanto, Selasa (09/11/2021).

Iswanto menyebutkan, ribuan orang yang divaksin tersebut tidak lepas dari kerja keras para vaksinator. Mereka bekerja sampai sore hari, dengan tujuan melayani seluruh masyarakat Aceh. Mereka lanjut Iswanto, telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk menjaga rakyat Aceh sehingga tidak tertular virus covid-19.

Sementara itu, Koordinator vaksinasi massal Pemerintah Aceh yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, mengatakan, vaksinasi massal hari ini merupakan vaksinasi tahap kedua pelaksanaan hari ke 100. Dalam vaksinasi tahap dua sebanyak 78.307 orang yang disuntik. Sisanya merupakan mereka yang disuntik pada pelaksanaan vaksinasi tahap pertama.

Ia melanjutkan, puluhan ribu orang yang divaksin tersebut tidak lepas dari kerja keras para vaksinator. Mereka bekerja sampai sore hari, dengan tujuan melayani seluruh masyarakat Aceh. “Mereka telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk menjaga rakyat Aceh sehingga tidak tertular virus covid-19,” kata dr. Iman. Iqbal