Resign dari Pramugara Garuda, Aloul Sukses Bangun Brand Sendiri

27 Oktober lalu menjadi momen terindah bagi Mihalul Abrar, pemuda Aceh kelahiran Langsa.

Kegagalan dan penolakan tidak membuat sosok yang akrab disapa Aloul ini patah semangat untuk mengikuti ajang bergensi di Sustainable Muslim Fashion 2021 di ISEF (Indonesia Syaria Economic Festival) bekerjasama dengan IFC (Indonesia Fashion Chamber) dan IKRA (Industri Kreatif Syaria Indonesia) yang digelar beberapa waktu lalu oleh Bank Indonesia di JCC.

Kisah Aloul pun dimulai, saat iya memilih resign dari pramugara maskapai Garuda Indonesia dan fokus membangun usaha, membangun Brand sendiri dengan mengangkat motif-motif khas Aceh kemudian pada tahun 2021 ia memberanikan diri untuk mendaftar menjadi peserta di ajang tersebut dan oleh panitia, setiap peserta yang mendaftar harus melewati berbagai tahapan seleksi untuk dapat tampil di runway ajang bergengsi tersebut bersama designer-designer fashion ternama Indonesia lainya.

Akhirnya Charlie Bravo pun dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya setelah diumumkan pengumuman secara daring. Dan secara resmi Charlie Bravo by Mihalul Abrar mewaliki Provinsi Aceh dan masuk menjadi finalis Muslim Fashionshion Preneur Competition ISEF 2021.

Setelah dinyatakan lolos dan masuk menjadi finalis, semua peserta, Boothcamp IKRA 2021 dibawah binaan BI diwajibkan mengikuti karantina selama 1 bulan penuh secara daring.

“Saat karantina, kami dibekali ilmu tentang pengembangan brand, management, sustainable fashion, serta inspiration Look” ujar pemuda Aceh kelahiran 1 April 1989 ini.

Sejumlah agenda selama karantina memang sangat padat, kata Aloul, mulai dari pengenalan, managemengt brand, pemilihan bahan, presntasi brand, serta bimbingan untuk membuat desain sebagai tugas final project dengan membuat 5 look untuk di tampilkan di ajang runway sustainable muslim fashion ISEF 2021

“Saat itu saya menampilkan look yang sedikit berbeda, yaitu 5 look yang terinspirasi dari alam dan dua culture budaya yaitu Indonesia dan Jepang. Indonesia dengan mengangkat etnik Aceh melaui batik, catton, dengan konsep zero waste.

Sebelum look yang dipersiapkan tampil di runway Aloul mengikuti Pres conference untuk member baru Ikra 2021, pada sesi wawancara tersebut aloul menyampaikan bahwa pandemi tidak menjadikan alasan kita untuk terpuruk.

“Charlie Bravo mempersiapkan strategi dan cara sehingga memilih berbalik haluan untuk dapat berdamai dan bahkan bangkit dalam situasi pandemi sehingga alhamdulilah, Charlie Bravo justru berkembang dua kali lipat di masa pandemi” ungkapnya dengan penuh syukur.

“Alhamdulillah rasa haru bercampur bangga menjadi satu, semua penolakan dan kekecewaan yang pernah saya alami seperti dapat saya lihat jelas seperti sedang menonton film dan sampailah pada hari ini saya dapat membuktikan bahwa Aceh juga mampu bersaing di Nasional dan siap Go International” tutup Aloul.