Masuki Bulan Maulid, Bank Indonesia Waspadai Peningkatan Inflasi

Aceh waspadai peningkatan inflasi memasuki kuartal IV tahun ini. Ini terkait langsung dengan  bulan peringatan maulid  Nabi Muhammad SAW yang biasanya dilakukan ritual kenduri  di berbagai tempat.

Data pada periode yang sama tahun 2021 menunjukkan lonjakan inflasi di atas rata-rata nasional.

Secara umum inflasi di Aceh menunjukkan tren penurunan. Pada kurun waktu 2018-2019 inflasi berada di bawah nasional.        

Komoditas bahan makanan masih menjadi penyumbang utama inflasi di Aceh. Tiap daerah memiliki komoditi khas sendiri dalam kontribusi inflasi. Khusus Aceh dipicu oleh ikan tongkol, minyak goreng, cabe merah, cumi-cumi dan bawang merah.       

Kepala BI Perwakilan Provinsi Aceh, Achris Sarwani, Selasa (26/10), di Sabang, menjelaskan neraca perdagangan antar daerah menunjukkan Aceh lebih banyak mendatangkan produk dari luar daerah daripada memproduksi sendiri.      

Dalam pengendalian inflasi Bank Indonesia Perwakilan Aceh melakukan pembinaan langsung kepada petani cabe merah dan bawang merah. Salah satu sentra produksi bawang merah binaan Bank Indonesia di Saree Agustus lalu melakukan panen perdana bawang merah demplot  yang dikembangkan di lahan seluas 2.000 meter persegi, dengan panen 10 sampai 12 ton per  hektare.

Tim Pengendali Inflasi Daerah secara reguler juga melakukan high level meeting untuk membahas langkah-langkah pengendalian inflasi. Tujuan dilakukannya pengendalian inflasi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat guna menurunkan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan serta menciptakan iklim investasi yang sehat ujarnya. 

Achris Sarwani menjelaskan pengendalian inflasi sangat penting dalam menumbuhkan perekonomian di suatu daerah.

Menurutnya, jangan sampai inflasi terjadi membuat  daya beli masyarakat menurun sehingga menyebabkan harga barang menjadi tinggi. Inflasi dapat menghambat investasi, menurunkan daya saing produk ekspor, serta akan berpangaruh pula pada sumber pendanaan dari perbankan.

“Kita perlu meminimalisir dampak, dan bagaimana keluar dari kondisi tersebut untuk menjadi sesuatu yang baru” pungkas Achris.