Satgas Covid-19 Aceh: Vaksinasi Efektif Tekan Risiko Kematian

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani menyebutkan vaksinasi dengan vaksin Sinovac terbukti efektif menekan risiko kematian penderita Covid-19.  

“Ada hasil penelitian yang menunjukkan vaksin Sinovac dua dosis efektif menekan risiko kematian pasien Covid-19,“ kata Saifullah, Jumat (10/09/2021). 

Lebih lanjut Saifullah menjelaskan, hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan terhadap 128 ribu orang pada 13 Januari – 18 Maret 2021 menunjukkan pemberian vaksin Sinovac dua dosis dapat mencegah risiko perawatan sekitar 96 persen, dan risiko kematian akibat Covid-19 sekitar 98 persen. 

Hasil penelitian yang juga dirilis pada laman covid19.go.id, 18 Juni 2021 itu merupakan bukti sentifik dari riset terpercaya bahwa vaksinasi dapat memberi perlindungan optimal terhadap serangan virus corona dan risiko kematian. Karena itu, semua pihak perlu lebih aktif mendorong percepatan progres vaksinasi Covid-19 di seluruh Aceh.

Ia mengatakan saat jni masyarakat yang telah medapat suntikan dosis I vaksin Sinovac di Aceh sebanyak 817.123 orang, atau 20,3 persen dari semua kelompok sasaran yang mencapai 4.028.891 orang. Sedangkan yang sudah vaksinasi dosis II dengan vaksin yang sama sebanyak 451.310 orang atau 11,2 persen. 
Adapun rincian menurut kabupaten/kota, cakupan vaksinasi dosis I paling tinggi per 9 September 2021, yakni Banda Aceh sekitar 60 persen, disusul Langsa 31,4 persen, Lhokseumawe 29,4 persen, Bener Meriah 29 persen, Aceh Barat Daya 27,6 persen, Gayo Lues 27,4 persen, Sabang 26,1 persen, Aceh Tengah 25,4 persen, dan Aceh Singkil 23,4 persen. 
Selanjutnya Nagan Raya 22,2 persen, Aceh Tenggara 19,4 persen, Aceh Tamiang 18,6 persen, Aceh Barat 17,9 persen, Aceh Timur 17,5 persen, Subulussalam 17,4 persen, Aceh Selatan 16,1 persen, Pidie Jaya 15,9 persen, Bireuen 15,8 persen, Aceh Jaya 15,4 persen, Simeulue 13,6 persen, Pidie 12,5 persen, Aceh Utara dan Aceh Besar sama-sama 12,1 persen. 

Sementara vaksinasi dosis II, terikat dengan waktu vaksinasi dosis I dilakukan. Jika cakupan vaksinasi dosis I masih rendah maka rendah juga progres vaksinasi dosis II meski ada  variasi tingkat cakupan dosis II di kabupaten/kota, katanya. Kota Banda Aceh yang paling tinggi cakupan dosis I, juga berada pada rangking I untuk cakupan dosis II, mencapai 40 persen. 

“Masyarakat yang telah mendapat dosis I segera melakukan vaksinasi dosis II untuk mendapat perlindungan maksimal dari virus corona dan menekan risiko meninggal dunia,” ujar Saifullah. 

Sementara itu Koordinator vaksinasi massal Pemerintah Aceh yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, mengatakan dalam beberapa hari terakhir ini, banyak masyarakat yang berminat menyuntikkan vaksin moderna.

Pada Jumat kemarin, kata dr. Iman, sebanyak 173 dari 360 orang merupakan mereka yang disuntik dosis kedua. Sementara 187 lainnya merupakan mereka yang disuntik dosis pertama.

Dr. Iman mengatakan, vaksinasi massal merupakan vaksinasi tahap kedua pelaksanaan hari ke 59 Dalam vaksinasi tahap dua sebanyak 63.015 orang disuntik. Sisanya merupakan mereka yang disuntik pada pelaksanaan vaksinasi tahap pertama.

Dr. Iman melanjutkan, puluhan ribu orang yang divaksin tersebut tidak lepas dari kerja keras para vaksinator. Mereka bekerja sampai sore hari, dengan tujuan melayani seluruh masyarakat Aceh.

“Mereka telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk menjaga rakyat Aceh sehingga tidak tertular virus covid-19,” ujar dr. Iman. Iqbal