Kerja Keras Vaksinator, 68.224 Orang Telah Disuntik Selama Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Sebanyak 68.224 orang telah disuntik vaksin Covid-19 selama 53 hari pelaksanaan vaksinasi massal Pemerintah Aceh di Banda Aceh convention hall.

Hal demikian disampaikan Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto, Kamis (02/09/2021)

“Alhamdulillah setiap harinya terus bertambah. Sampai hari ini telah 68.224 orang yang mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah Aceh,” kata Iswanto.

Iswanto menyebutkan vaksinasi massal pemerintah Aceh itu mendapat dukungan dari vaksinator baik dari pemerintah Aceh, TNI dan Polri. Di mana selain vaksinator dari pemerintah Aceh, vaksinator dari Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh terlibat sejak awal pelaksanaan.

“Terima kasih kami atas nama satgas kepada seluruh vaksinator. Baik dari pemerintah Aceh, maupun dari TNI dan Polri,” ujar Iswanto.

Sementara itu, Koordinator vaksinasi massal Pemerintah Aceh yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, mengatakan pada Kamis (02/09), kata dr. Iman, sebanyak 553 orang mengikuti vaksinasi. Sebanyak 279 orang merupakan mereka yang disuntik dosis kedua. Sementara 261 lainnya merupakan mereka yang disuntik dosis pertama. Sebanyak 13 lainnya merupakan nakes yang disuntik booster dosis ketiga dan 12 lainnya merupakan mereka yang tertunda disuntik vaksin sementara waktu.

Dr. Iman mengatakan, vaksinasi massal hari ini merupakan vaksinasi tahap kedua pelaksanaan hari ke 53. Dalam vaksinasi tahap dua sebanyak 60.883 orang disuntik. Sisanya merupakan mereka yang disuntik pada pelaksanaan vaksinasi tahap pertama. Vaksinasi akan terus dilakukan dengan target harian 27.000 untuk seluruh Aceh. 

Dr. Iman melanjutkan, puluhan ribu orang yang divaksin tersebut tidak lepas dari kerja keras para vaksinator. Mereka bekerja sampai sore hari, dengan tujuan melayani seluruh masyarakat Aceh.

“Mereka telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk menjaga rakyat Aceh sehingga tidak tertular virus covid-19,” kata dr. Iman. Iqbal