Vaksinasi Covid-19 Lancar Tanpa Reaksi KIPI Serius di Aceh

Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 lancar tanpa Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) serius di Aceh.

Kementerian Kesehatan mengklasifikasikan KIPI serius apabila kejadian medik akibat vaksin menimbulkan kematian, kebutuhan rawat inap, gejala sisanya menetap, dan mengancam jiwa.
 
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media massa, di Banda Aceh, Jumat (12/3/2021).

Pria yang akrab disapa SAG itu melaporkan secara rutin perkembangan penaganan pandemi Covid-19 di Aceh.
 
“Sejauh ini belum ada KIPI serius dengan gejala sisa yang menetap,” katanya.
 
Ia menjelaskan, kasus KIPI yang pernah diberitakan dirujuk ke rumah sakit untuk rawat inap, tak lama kemudian semuanya sehat kembali. Belum ada KIPI serius yang meninggalkan gejala sisa. Kasus kematian akibat vaksinasi sama sekali tidak terjadi, dan kita doakan tak pernah terjadi.
 
Reaksi KIPI yang acap dialami usai vaksinasi Covid-19 merupakan gajala ringan seperti imunisasi lainnya dan sudah diperkirakan sebelumnya, seperti reaksi lokal, reaksi sistemik, dan reaksi lainnya. Reaksi lokal berupa rasa nyeri, kemerahan, dan bengkak di tempat disuntik.
 
Reaksi sistemik seperti demam, rasa nyeri (sendi dan otot) terasa lemas, atau sakit kepala.

Reaksi lain berupa alergi atau pingsan. Semua reaksi KIPI paska vaksinasi Covid-19 tersebut telah dipersiapkan prosedur penanganannya dengan aman, seperti observasi usai vaksinasi selama 30 menit. Bila ada KIPI langsung ditangani di tempat.
 
Kasus akumulatif
 
Selanjutnya, SAG  mengabarkan kondisi terakhir kasus Covid-19 di Aceh, per tanggal 12 Maret 2021. Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 9.667  kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 7.911 orang. Penderita dalam perawatan sebanyak 1.371 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 385 orang. 
 
Ada penambahan enam kasus baru positif Covid-19 Aceh, yang meliputi warga Kota Lhokseumawe sebanyak tiga orang, dan satu orang warga Kabupaten Aceh Besar. Dua orang lagi merupakan warga dari luar daerah Aceh.
 
Pasien Covid-19 yang dilaporkan sudah sembuh bertambah lagi sebanyak tujuh orang, yaitu warga Kota Banda Aceh sebanyak enam orang, dan satu warga Kabupaten Aceh Tamiang.
 
 “Alhamdulillah, tidak ada penambahan kasus meninggal dunia,” tambah SAG.