Sudah 9 Bulan Aceh Tak Kedatangan Wisatawan Asing Gegara Pandemi

wisatawan ke Sabang/ANTARA

Pandemi COVID-19 berdampak besar terhadap sektor pariwisata di Aceh. Dalam 9 bulan terakhir, tak ada turis mancanegara yang melancong ke Tanah Rencong.

Berdasarkan data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, wisatawan mancanegara terakhir berkunjung ke Aceh pada Maret 2020. Selama tiga bulan itu, jumlah turis ke Tanah Rencong tercatat 10.420 orang.

Wisatawan terbanyak berasal dari Malaysia sebanyak 8.106 orang, diikuti China 202 orang, Prancis 144 orang, Jerman 119 orang, serta Australia 113 orang. Ketika virus Corona mewabah, kunjungan turis asing ke Serambi Mekah terhenti total.

“Jumlah Wisman secara kumulatif dari Januari sampai Desember 2020 adalah sebanyak 10.402 orang, mengalami penurunan sebesar 69,82% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019,” kata Kepala BPS Aceh Ihsanurrijal dalam konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021).

Ihsanurrijal menyebutkan tidak adanya kunjungan wisatawan ke Aceh disebabkan oleh pembatasan penerbangan dan pelayaran luar negeri. Hingga akhir Desember 2020, tidak ada penerbangan dari luar negeri ke Serambi Mekkah atau sebaliknya.

“Selama pembatasan penerbangan dan pelayaran luar negeri, maka jumlah kedatangan wisman pada bulan Desember pun menjadi tidak ada,” ujarnya.

Sementara tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh pada Desember 2020 sebesar 31,76%. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 5,95 poin dibanding pada bulan yang sama di tahun sebelumnya.

“Jika dibandingkan bulan Desember 2019 mengalami penurunan sebesar 8,33 poin,” jelas Ihsanurrijal.

“Sedangkan TPK akomodasi lainnya pada Desember lalu sebesar 21,41 persen, mengalami penurunan sebesar 1,35 poin. Jika dibandingkan dengan November, juga mengalami penurunan sebesar 7,73 poin terhadap bulan Desember 2019,” sambungnya.

Ihsanurrijal menyatakan tamu yang menginap di hotel pada Desember 2020 semuanya merupakan tamu domestik. Lama mereka menginap rata 1,36 hari.

“Pada Desember lalu, rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang dan akomodasi lainnya adalah 0 dikarenakan tidak adanya tamu asing yang menginap. Hal ini sejalan dengan jumlah wisman, penumpang penerbangan, dan pelayaran luar negeri yang juga tidak ada,” ujar Ihsanurrijal. Detik