Peringati 15 Tahun Damai Aceh, Bulan Bintang Berkibar di Lhokseumawe

Memperingati 15 tahun perjanjian perdamaian Aceh, ratusan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dari Wilayah Kuta Pase, Samudera Pase, Peureulak Aceh Timur, Langsa dan Takengon, menggelar doa bersama.

Kegiatan yang di pusatkan di halaman Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Sabtu (15/8/2020) pagi, diawali pengibaran Bendera Bintang Bulan yang diiringi kumandang adzan.

Mantan Ketua DPRK Lhokseumawe periode 2014-2019, M Yasir Umar kepada awak media, menyebutkan, perjanjian perdamaian Aceh sudah berjalan selama 15 tahun. Namun masih banyak butir-butir yang tertuang dalam perjanjian tersebut masih belum terealisasi.

“Perjanjian damai Aceh sudah 15 tahun berlalu, namun persoalan Aceh tidak kunjung selesai alias nihil semuanya. Itu yang menjadi alasan mengapa pada peringatan perjanjian damai Aceh hari ini kita kibarkan bendera Bintang Bulan.” ujarnya seperti dikutip dari video yang diunggah layar berita.

“Oleh karena itu, kita meminta kepada Pemerintah RI, Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Gerakan Aceh Merdeka(GAM) untuk berkomitmen menyelesaikan semua butir-butir sebagaimana tertuang dalam perjanjian tersebut, terutama yang mendesak antara lain diantaranya masalah bendera Bintang Bulan, pembagian 70-30 dana bagi hasil (DBH) Migas dan tapal batas Aceh yang merujuk pada 1 Juli 1956,” tambahnya.

Hingga saat ini, anggota Gerakan Aceh Merdeka tetap berpegang teguh pada perjanjian perdamaian Aceh,” tegas Yasir.

“Merujuk kepada Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Hymne dan Lambang Bendera yang telah disahkan oleh DPR Aceh dan Pemerintah Aceh meskipun Mendagri masih cooling down. Makanya kita berani mengibarkan bendera Bintang Bulan. Dan itu dilakukan secara legal,” timpal perwakilan anggota GAM wilayah Peureulak Aceh Timur, Hermansyah.

Menurutnya, tidak kunjung selesainya permasalah Aceh karena pemerintah RI tidak ikhlas. untuk menuntaskan semua butir-butir yang tertuang dalam perjanjian MoU Helsinki. Nah, solusinya dibutuhkan keikhlasan dari kedua pihak, baik pemerintah RI maupun GAM.

“Demi kemaslahatan masyarakat Aceh, kami berharap Gubernur Aceh, DPR Aceh dan pemerintah RI untuk secara bersama-sama dapat segera menyelasaikannya,” pinta Hermansyah.

Peringatan 15 tahun perjanjian perdamaian Aceh, di lokasi juga terlihat aparat kepolisian TNI dan Satpol PP.

Sebagaimana kesepakatan dengan pihak keamanan, usai doa bersama, bendera Bintang Bulan yang sempat dikibarkan selama lebih kurang 1 jam diturunkan kembali. Dan anggota GAM membubarkan diri dengan tertib. Layar Berita