Matahari Melintasi Ka’bah, Kemenag Aceh Ajak Masyarakat Betulkan Arah Kiblat

Berdasarkan data astronomi bahwa matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah pada hari Selasa, 28 Mei 2019 paada pukul 16.18 Wib.

Ketika matahari berada tepat diatas Ka’bah, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah.

Peristiwa tersebut dikenal dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblat. Yaitu, ketentuan waktu dimana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Kakanwil Kemenag Aceh Drs. H. M. Daud Pakeh mengajak masyarakat untuk memperbaiki dan mengecek kembali arah kiblat, baik di rumah, balai, meunasah, masjid maupun tempat umum lainnya. Dimana Bayang-bayang suatu benda yang berdiri tegak lurus di mana saja pada jam itu akan mengarah ke Ka’bah.

“Rashdul Qiblat ini sangat tepat dan simple bagi kita untuk mengecek kembali arah kiblat di tempat kita, pengukurannya cukup menggunakan tiang tegak lurus yang disinari oleh cahaya matahari pada sore hari ketika rahsdul kiblat,” ujar Kakanwil Kemenag Aceh, Minggu (26/5).

“Dalam tahun 2019 selain 28 Mei, peristiwa Rashdul Qiblat juga akan terjadi pada tanggal 16 Juli 2019 pukul 16:28 Wib,” lanjut Daud Pakeh.

Sementara Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kanwil Kemenag Aceh, DR. Suhrawardi Ilyas, M. Sc menjelaskan bahwa berdasarkan tinjauan astronomis atau ilmu falak, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat, seperti menggunakan kompas, theodolit, serta fenomena posisi matahari melintas tepat di atas Kabah yang dikenal dengan istilah istiwa a’zam atau rashdul kiblat.

Sehubungan dengan itu, bagi masyarakat yang ingin memverifikasi kesesuaian arah kiblat, dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan lot/bandul; Kedua, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata; dan Ketiga, jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom.

Jika ketiga tahapan itu sudah dilakukan, maka bayangan benda yang digunakan untuk memverifikasi itu akan mengarah ke Ka’bah.

“Pengamatan posisi matahari atau bayangan matahari dapat dilakukan dalam interval waktu 2 menit, yaitu mulai pukul 16:27 Wib s.d 16:29 WIB pada tanggal 28 Mei 219, dengan angka kesalahan arah kiblat dibawah 1/10 dearajat,” ujar Suhrawardi didampingi Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh Alfirdaus Putra, S. Hi. MH.

“Sedangkan pada tahun 2020 merupakan tahun kabisat, bertambahnya satu hari di bulan februari (29 hari) sehingga membuat jadwal matahari di atas Ka’bah bergeser menjadi tanggal 27 Mei 2020 pada jam yang sama dengan tanggal 28 Mei tahun ini,” jelasnya.