Persiapan Layanan Bagi Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi Sudah 100 Persen

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama RI, Hj. Sri Ilham Lubis,  mengatakan bahwa proses persiapan untuk layanan akomodasi, katering, dan transportasi bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah selesai 100 persen.

“Persiapan haji tahun ini sudah dimulai sejak tahun lalu, saat penandatangan MoU Menag dengan perhajian Arab Saudi, termasuk penetapan kuota untuk Indonesia. Alhamdulillah untuk progres penyediaan Transportasi, Konsumsi dan akomodasi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah siap 100 persen,” ujar Sri Ilham Lubis didampingi Kakanwil Kemenag Aceh, H. M. Daud Pakeh, Usai menjadi Narasumber pada kegiatan sosialisasi pelayanan jamaah haji di Arab Saudi yang dilaksanakan di Banda Aceh, Kamis (9/5).

“Layanan disana mencakup akomodasi di Mekkah dan Madinah, transportasi bus antar kota perhajian, bus shalawat, bus masyayir dan layanan katering,” lanjutnya.

Ia menambahkan, tahun ini ada beberapa perbedaan dan peningkatan pelayanan di Arab Saudi dibanding tahun lalu, diantaranya layanan catering di Arafah, kalau tahun lalu jamaah yang tiba siang hari di Arafah tidak semuanya diberikan makan, akan tetapi tahun ini seluruh jamaah yang sampai siang hari di Arafah semuanya mendapatkan makan.

Kemudian untuk transportasi, seluruh jamaah di mekkah akan mendapatkan BIS shalawat, tahun lalu hanya jamaah yang menempati hotel dalam radius 1,5 Km dari mesjidil haram, namun tahun ini semuanya.

Begitu juga dengan hotel-hotel yang telah disewakan di Madinah dengan menggunakan sistem fullbooking lebih banyak dibandingkan dengan sistem blocking card, jadi tahun lalu menggunakan sistem fullbooking hanya 50 persen, tahun ini meningkat 72 persen.

“Sedangkan di bandara jamaah haji akan menikmati fasilitas fasttrek, mereka tidak perlu lagi mengurus bagasinya di bandara, kalau tahun lalu jamaah haji masih mengurus bagasi dibandara sehingga jamaah masih membutukan waktu yang cukup lama untuk mengurus bagasinya, lalu tahun ini mereka tidak perlu lagi sidik sepuluh jari di bandara, cukup satu kali sidik jari saja dan setelah itu mereka bisa langsung naik Bis dan diantarkan ke hotel yang telah ditetapkan,” ujar Sri Ilham Lubis.

Ia juga meminta kepada calon jamaah haji tahun ini untuk memberi tanda pengkodean pada bagasi jamaah termasuk tanda pada passport dan juga pada kursi roda jamaah karena nanti bagasi jamaah dan passport itu akan ditangani oleh pihak Arab Saudi, sehingga kita perlu memberikan tanda yang memudahkan mereka untuk mengelompokannya dan mengantarkannya sampai kehotel jamaah.

Selain itu, Sri Ilham juga mengatakan untuk Armina, tahun ini tenda jamaah haji di Arafah akan disediakan AC dengan menggunakan Verion yang akan sangat dingin suhunya itu.

Untuk penempatan Jamaah, tahun ini tidak lagi menggunakan Qur’ah akan tetapi menempatkan jamaah berdasarkan embarkasinya, “Penempatan jamaah berdasarkan zonasi untuk memudahkan koordinasi pengawasan dan pengendalian dan komunikasi selama di Mekkah. yang kedua ketika jamaah mendapatkan kesulitan, tersesat misalnya, mereka dengan mudah kembali kehotelnya karena sudah jelas bahwa misalnya jamaah dari SOP ini ketika tersesat ini kembalikan saja kewilayah jarwal misalnya disektor sana bisa dikembalikan kepemondokannya,” ucapnya.

Ketiga kita juga bisa menyesuaikan citarasa masakan jamaah sesuai selera daerah masing-masing. Ini suatu keuntungan dan memudahkan kita komunikasi, memudahkan kita dalam pemilihan menu yang sesuai dengan selera mereka dan memudahkan jamaah juga ketika mereka kembali kehotelnya atau bagi kerabatnya yang ingin menjumpai familinya yang sedang berhaji juga memudahkan, tambahnya.

“Jamaah Haji Aceh akan tinggal di wilayah Syisyah, intinya dengan sistem zonasi ini lebih memudahkan pengawasan, memudahkan koordinasi dan memudahkan pelayanan. Bisa dikatakan tahun ini adalah tahun peningkatan layanan bagi jamaah haji, karena semua sudah meningkat, transportasi ,hotel seluruhnya sudah hotel standart bintang tiga, konsumsi juga sudah memenuhi cita rasa indonesia dan standar gizi,” sebutnya.

Sri Ilham Lubis menjelaskan di Armina di arafah tendanya sudah tenda baru, menggunakan AC, penerangan menggunakan LED, karpetnya juga kualitas bagus, inikan sudah peningkatan semuanya, hingga nanti dalam pelaksanaannya bisa terwujud.

Untuk Kuota penambahan 10.000 jamaah, pihaknya juga sudah mendapatkan informasi dari pihak muassasah tentang ketersediaan hotel di Arab Saudi

“Tidak hanya untuk penempatan jamaah di Armina saja, tetapi layanan yang dibutuhkan oleh jamaah tambahan ini juga sudah kita siapkan semua,” tutup Sri Ilham Lubis.

Sementara Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang telah memilih Aceh menjadi salah satu dari tiga Provinsi di Indonesia untuk pelaksanaan kegiatan “Sosialisasi pelayanan jamaah Haji di Arab Saudi.”

Kegiatan tersebut dihadiri Kakankemenag Banda Aceh dan Aceh Besar, Kepala Bidang PHI, Para Kasi di Bidang PHU, Kasi PHU di Kankemenag Banda Aceh dan Aceh Besar, Kepala KUA, Penyuluh Agama dan KBIH di lingkungan Kemenag Banda Aceh dan Aceh Besar.[