HEAVEN by Afgan, Isyana, Rendy “Every Kiss, Every Touch Makes My Heart Feel so Fine”

Valentine’s Day tahun ini dirasa sangat berbeda untuk penyanyi Afgan Syahreza, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo. Untuk pertama kalinyamereka berkolaborasi dalam 1 project yang sama yaitu sebuah lagu berjudul”HEAVEN” yang dirilis pada tanggal 14 Februari 2018.
Kolaborasi ini merupakan project yang berawal dari sebuah “kebetulan”, dimana Rendy dan Afgan merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu yang sedang mereka lakukan, lalu mereka berinisiatif untuk mengajak Isyana bergabung. Dalam waktu hanya setengah jam, Lagu HEAVEN berhasil dibuat oleh ketiganya dengan konsep simple, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan.
Tanggal 14 Februari merupakan tanggal yang dipilih untuk merilis lagu ini karena lagunya sangat menggambarkan cinta yang tidak rumit, simpel dan membawa perasaan bahagia.
“Lagu HEAVEN ini sendiri bercerita tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi HEAVEN disini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih” cerita Isyana mengenai lagu ini.
“Harapannya sih dengan lagu ini, orang-orang mulai lagi menebar kebahagiaan, bahwa cinta tidak perlu dibuat rumit “ kata Rendy.
“Kita pengennya bahwa kolaborasi ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan juga diharapkan bisa menembus pasar ASIA, karena lagu ini akan dirilis di 3 Negara yaitu Indonesia, Malaysia dan
2
Singapore. Itupula alasan kenapa lagu ini dibuat dalam bahasa Inggris “ ujar Mahavira Wisnu selaku A&R Director Sony Music Entertainment Indonesia.
HEAVEN adalah Kolaborasi 3 Artist dan 2 Label
Dalam kurun waktu hanya 3 bulan dari mulai membuat lagu hingga rekaman, project kebetulan dari ketiga pop star ini merupakan perdana dalam dunia musik. Memiliki kekuatan karakter dari masing-masing penyanyi diharapkan dapat memberikan suguhan musik yang berbeda untuk masyarakat.
Perbedaan label yang menaungi 3 artist ini tidak menjadi penghalang untuk berkolaborasi. Isyana dan Rendy berada pada Sony Music Entertainment Indonesia sedangkan Afgan berada dibawah naungan Trinity Optima Production. Tidak ada halangan tidak ada batasan, karena sejatinya musik adalah senjata yang bisa menyatukan bukan memisahkan. Dengan musikalitas dan karakter berbeda dari 3 artist ini akhirnyanya tercipta karya kolaborasi yang apik.
Pada tanggal 21 Februari 2018 nanti, HEAVEN akan hadir dalam dalam bentuk pertunjukan live music yang akan di gelar di The Pallas Jakarta.
Afgan, Isyana dan Rendy yang Saling Mengagumi
“Personally gw sangat mengagumi dua-duanya, bahkan waktu workshop bareng Rendy sempet ngerasa gak pede karena Rendy jago banget main gitarnya. Intinya mereka talented dan seru banget“. ujar Afgan menceritakan kekagumannya terhadap Isyana dan Randy.
“Dari awal diajak buat gabung dan punya ide buat bikin lagu bareng langsung udah berasa banget feel-nya, istilahnya kita satu frekuensi, dan mereka berdua sangat open minded.” ujar Isyana
“Dulu sebelum pindah ke Jakarta, sering banget cover lagu Afgan dan sekarang kerja bareng, sempet merasa sangat gak pede, tapi Afgan ternyata seru banget” tambah Rendy.
Tentang Afgan
Afgan Syahreza lahir dan besar di Jakarta pada tanggal 27 Mei 1989 dari keluarga penikmat musik. Karier bermusiknya dimulai di tahun 2008 ketika ia dan teman-temannya membuat sebuah album musik personal di sebuah studio rekaman. Hasil rekaman tersebut menarik perhatian seorang produser untuk mengajak Afgan menjadi penyanyi professional. Dengan warna vokalnya ikonik, dan lewat lagu yang pop romantis seperti “Sadis” dan “Bukan Cinta Biasa”, Afgan Syahreza sukses mendulang kepopulerannya sebagai penyanyi solo terbaik di Indonesia.
Mengusung genre musik pop, soul, jazz, dan R&B, Afgan tidak hanya mencuri perhatian penikmat musik nasional tapi juga internasional seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, Taiwan, dan masih banyak lagi lainnya. Di tahun 2016, Afgan juga sukses melangsungkan konser Asia Tour yang berhasil terjual habis di seluruh Asia.
Sejak kehadirannya sudah beragam penghargaan yang ia dapatkan. Mulai dari MTV Indonesia Awards, Nickelodeon Indonesia Kids Choice Awards, Anugerah Planet Musik, Anugerah Musik Indonesia, dan masih banyak lagi lainnya.
Pada Februari 2018 ini Afgan merilis album DEKADE yang berisikan kumpulan lagu – lagu terbaik selama 10 tahun berkarir. HEAVEN termasuk ke dalam album tersebut dan di daulat menjadi single pertama.
3
Tentang Isyana
Isyana Sarasvati lahir dan dibesarkan di kota Bandung pada 2 Mei 1993 dari lingkungan keluarga pendidik. Gadis multi talenta ini piawai memainkan sejumlah instrumen musik, antara lain piano, electone, flute, dan saxophone. Demikian juga kemampuan vokalnya yang unik, terutama di genre opera dan pop. Sejumlah prestasi yang telah diraih, antara lain 3 kali Juara Grand Prix Asia Pasific Electone Festival (2005, 2008, 2011); Penampilannya yang cemerlang membawanya terpilih menjadi salah satu dari 15 Composer Electone Dunia, yang tampil di Yamaha Electone Concours (YEC) 2012 di Tokyo, Jepang. Isyana lulus dengan predikat Cumlaude (first class) sebagai Bachelor of Music (Honours) dari Royal College of Music (RCM) London, serta memperoleh Best Graduate Award 2015 dari Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Singapore dan juga Award dari Embassy of Peru.
Debut album Isyana yang berjudul “Explore” dirilis pada tahun 2015 dengan hit single antara lain : Keep Being You, Tetap Dalam Jiwa, Kau Adalah, dan Mimpi. Berbagai penghargaan yang diterima diantaranya adalah Anugerah Musik Indonesia 2015 sebagai Penyanyi Pendatang Baru Terbaik, Indonesian Choice Awards 2016 untuk Album of The Year “Explore.”
Album kedua Isyana yang diberi judul “Paradox” dirilis pada September 2017. Dari album ini lahirlah single “Terpesona” ft Gamaliel dan “Lembaran Buku”. Lagu “Sekali Lagi” menjadi OST Critical Eleven. Bersama dengan Raisa di pertengahan tahun 2017 Isyana juga sempat merilis single kolaborasi berjudul “Anganku Anganmu” yang memenangkan Anugerah Musik Indonesia 2017 dalam berbagai kategori dan juga Anugerah Planet Muzik. Di akhir tahun 2017 Isyana juga menjadi salah satu pengisi Sountrack Ayat Ayat Cinta 2 dengan lagu berjudul “Masih Berharap”.
Tentang Rendy Pandugo
Rendy Pandugo adalah seorang singer – song writer – guitarist , perjalanan karirnya di dunia musik adalah sebuah perjalanan yang panjang dan mengalami pasang surut. Tetapi justru inilah yang membentuk pria kelahiran Medan, 7 Mei 1985 ini menjadi pribadi dan musisi yang matang.
Sebagai seorang soloist perkenalan kita dengan Rendy Pandugo dimulai dengan single yang di album kompilasi #Y2Koustic dimana Rendy membawakan lagu “Sebuah Kisah Klasik”, lagu hit dari band favoritnya, Sheila On 7.
Album perdana Rendy yang berjudul “The Journey” dirilis pertengahan tahun 2017. Dari album ini Rendy telah merilis single pertama “I Don’t Care” dan single kedua “By My Side” yang juga sempat menjadi OST Susah Sinyal. Album “The Juorney” di garap Rendy bersama para prosuser kelas dunia di The Kennel Studio Swedia.
Sebagai seorang musisi, The Journey menjadi sebuah milestone penting dalam karir Rendy, dimana karyanya dapat dinikmati tidak hanya oleh pencinta musik Indonesia, tetapi juga di pasar internasional.