Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Senin (28/3) resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (balon) Walikota Banda Aceh periode 2017-2022 ke Partai Demokrat.
Pendaftaran ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berlangsung di kantor Partai Demokrat Aceh. Kedatangan Illiza Senin siang disambut Ketua DPC Demokrat Banda Aceh Yudhi Kurnia beserta jajaran pengurus partai.
Illiza Sa’aduddin Jamal menyebutkan alasan dirinya mendaftar ke Demokrat karena partai tersebut sedang membuka pendaftaran. Disamping itu diakui Illiza sejauh ini hubungannya dengan partai demokrat masih terjalin cukup baik, setelah dua periode sebelumnya menjalin koalisi.
Illiza mengakui akan mengikuti mekanisme yang berlangsung di partai demokrat, termasuk hasil survey. Illiza berharap bisa kembali mencalonkan diri dan terpilih sebagai Walikota Banda Aceh untuk melanjutkan program-program pembangunan kota.
“Dalam membangun Kota Banda Aceh butuh semua pihak berperan, Saya ingin melanjutkan program-program yang sudah dilakukan selama ini,”ujarnya.
Sementara itu mengenai calon Wakil Walikota, Illiza mengaku belum ada, namun ia memastikan calonnya berasal dari partai politik. ”Kalau wakil belum, harus istikharah dulu, kriterianya betul-betul mau berjuang bersama karena Allah dan bisa bekerja sama,”ujarnya.
Sementara itu Ketua Koordinator Tim Penjaringan Balon Kepala Daerah Partai Demokrat, Yunus Ilyas menjelaskan, pendaftaran balon kepala daerah sudah dimulai sejak tanggal 24 Maret dan ditutup pada 4 April 2016 nantinya. “Semua balon yang mendaftar harus mengikuti mekanisme Partai Demokrat,” katanya.
Nama-nama yang sudah masuk hingga penutupan pendaftaran akan diseleksi administrasi, kemudian mengikuti fit and proper test, lalu dikonsultasikan ke MPD partai oleh DPD Demokrat Aceh.
Setelah itu baru dilakukan survei, sewaktu survei nama-nama itu diserahkan kemudian diserahkan ke DPP Demokrat. “Kemungkinan ada info bagi para calon kepala daerah akan melakukan presentasi di hadapan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas,”kata Yunus.


