Wali Nanggroe Dukung Keberadaan Masyarakat Ekonomi Syariah

Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar mendukung keberadaan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sebagai salah satu wadah untuk pelaksanaan syariat Islam khususnya dalam bidang perekonomian.

Hal demikian diungkapkan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar pada pertemuan dengan Pengurus MES Aceh di Sekretariat Wali Nanggroe, Senin (11/01). Wali Nanggroe sendiri diberikan kepercayaan sebagai penasehat pada pengurus MES Aceh yang akan dilantik pada 19 Januari 2016 mendatang.

Malik Mahmud mengungkapkan keadaan ekonomi Aceh saat ini masih tidak menentu, ia mencontohkan meskipun Aceh telah berhasil mencapai surplus beras namun keadaan petani Aceh hingga kini masih miskin, beitu juga dengan keadaan nelayan.

Wali berharap agar faktor-faktor penghambat perekonomian Aceh agar segera diperbaiki, pasalnya Aceh pernah merasakan kejayaan di bidang ekonomi pada era tahun 1970-an, dimana banyak barang dari Aceh yang diekspor keluar negeri salahsatunya adalah lada.

Wali Nanggroe meminta pemerintah untuk mengambil peran dan proaktif untuk memperbaiki keadaan ekonomi Aceh.” Saya lihat pemerintah Aceh harus ambil peranan, bagaimana kita bisa kembali pada kejayaan perekonomian,”ujarnya.

Wali nanggroe menyebutkan Aceh memiliki potensi yang cukup besar pada semua bidang. Namun untuk membuat Aceh lebih maju dibutuhkan keberadan dari industri.

Pada kesempatan itu Wali Nanggroe juga mencontohkan saat ini di Aceh punya tiga pelabuhan Besar seperti Sabang, Krung Raya dan Krueng Gukuh, akan tetapi tidak ada kapal yang singgah dipelabuhan tersebut, padahal setiap harinya ratusan kapal melintasi selat Malaka.

Selain itu Wali Nanggroe berharap agar kedepan Aceh tidak lagi bergantung dengan provinsi tetangga Sumatera Utara. Menurutnya Aceh harus mampu untuk menghidupkan perekonomiannya secara mandiri. Wali Nanggroe berharap kehadiran Masyarakat Ekonomi Syariah bisa mengembalikan kejayaan Aceh pada bidang ekonomi.

”Kita Lihat seperti padi, ratusan truk dibawa ke Medan, dibayar dengan harga mereka, sampai dimedan diolah dikirim lagi ke Aceh,”ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads