Walikota : Pemuka Agama Dunia Akan Belajar Toleransi Ke Banda Aceh

Walikota Banda Aceh illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan kota Banda Aceh, saat ini diakui dunia sebagai kota yang sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan toleransi, sehingga pada tahun 2016 mendatang pemuka agama dari seluruh dunia akan mengunjungi Banda Aceh untuk belajar toleransi yang ada di Banda Aceh

Hal demikian dikatakan Walikota saat memberikan sambutan pada kegiatan Haflah Alquran bersama qari-qari Internasional di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Selasa (13/10) malam.

Kegiatan Haflah Alquran tersebut merupakan bagian dari agenda wonderful muharram dalam rangka menyambut tahun baru Islam di kota Banda Aceh.

Illiza menegaskan semua orang boleh tinggal dan menetap di Banda Aceh, namun dia meminta agar jangan ada yang coba-coba mengganggu penerapan syariat Islam. Ia menegaskan, toleransi bukan berarti menghalalkan segala cara, akan tetapi yang illegal tetap illegal dan yang sah tetap sah.

”Ketika kita menegakkan syariat Islam maka ini bukan hanya untuk umat Islam tapi juga bagi mereka yang bukan beragama Islam. Keindahan Islam inilah yang akan kita tampilkan kepada dunia, kita bangga sampai hari ini Banda Aceh dikenal sebagai kota yang sangat toleran,”ujarnya.

Sementara itu terkait dengan persoalan yang terjadi di Aceh Singkil, Walikota berharap agar seluruh persoalan tersebut bisa segera diselesaikan sehingga masyarakat Singkil bisa hidup tentram dan saling bertoleransi. Ia berharap agar persoalan itu diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat sehingga tidak berlarut-larut.

Illiza berharap agar  pelaksanaan syariat Islam di Aceh ini menjadi rahmatalilalamin, bukan hanya kepada sesama umat Islam saja, melainkan untuk seluruh penjuru alam.

Walikota mengatakan pelaksanaan wonderful muharram di kota Banda Aceh, juga sebagai bagian untuk menujukkan indahnya Islam kepada seluruh dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan masyarakat di Aceh Singkil melakukan pembakaran terhadap satu unit rumah ibadah illegal di daerah itu. Aksi itu dipicu karena semakin menjamurnya rumah ibadah illegal didaerah tersebut sehingga membuat masyarakat resah.

Aksi yang berujung bentrok tersebut menyebabkan satu warga tewas terkena senapan angin dan beberapa orang lainnya dilaporkan luka-luka. Polisi juga mengamankan sejumlah warga yang diduga melakukan provokasi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads