WH Gerebek Tempat Mangkal PSK, 11 Wanita Diamankan

Polisi syariat Kota Banda Aceh kembali menjaring belasan wanita yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) di Tower Coffee yang terletak di Simpang Lima Banda Aceh, Sabtu dini hari, (29/3) sekira pukul 01.00 WIB. Razia ini langsung dipimpin oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Pantauan merdeka.com di kantor polisi syariat Banda Aceh, ada 11 wanita yang dijaring saat itu dan 1 orang pria ikut diangkut oleh polisi syariat pada penangkapan tersebut. Rata-rata wanita yang terjaring itu berusia muda.

Rata-rata semua wanita malam tersebut menggunakan pakaian yang ketat sampai memperlihatkan lekukan tubuh. Meskipun semuanya tetap menggunakan jilbab. Saat penangkapan belasan wanita tersebut sedang nongkrong di coffee tersebut

Illiza Sa’aduddin Djamal menduga wanita malam yang sudah marak di Aceh memiliki jaringan antara provinsi. Hal ini diperkuat dengan asal-usul wanita yang tertangkap tersebut, di antaranya ada yang datang dari Jakarta.

“Mereka itu rata-rata datang dari luar Aceh, Medan, Jakarta dan bahkan ada yang datang dari Sabang dan Takengon. Ini pasti ada jaringannya dan ada mata rantainya yang harus dibongkar,” kata Illiza.

Hasil pembicaraan Illiza dengan beberapa wanita malam yang terjaring tersebut, rata-rata mereka terjun ke dunia malam karena faktor terjadinya tindak kekerasan dari orangtua di rumah. “Mereka itu rata-rata broken home, sehingga mereka mencari kesenangan di luar dengan menjadi wanita malam,” imbuhnya.

Lanjutnya, wanita tersebut yang datang dari luar Banda Aceh rata-rata bekerja sebagai SPG di perusahaan yang beroperasi di Banda Aceh. Menurut pengakuan wanita tersebut, kata Illiza, ada di antara mereka tidak dibayar gaji oleh perusahaan, sehingga mereka memutuskan untuk mencari biaya hidup terpaksa harus terjun ke dunia malam ini.

“Bahkan mereka ada yang bekerja sebagai SPG dan perusahaan tidak membayar gaji, lalu mereka melakukan perbuatan itu,” imbuhnya.(merdeka)

Berita Terkait

Berita Terbaru