Inilah Calon Gubernur Aceh ke Depan

0
55

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Aceh dipastikan berlangsung akhir tahun 2011 mendatang, sejumlah figur mulai bermunculan untuk menjadi orang nomor satu di Aceh. Para figur calon yang sering disebut – sebut akan mencalonkan diri diantaranya Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh sekarang), Walikota Banda Aceh Mawardi Nurdin (Ketua Partai Demokrat Aceh), selanjutnya Muhammad Nazar (Wakil Gubernur Aceh), Darni M Daud (Rektor Unsyiah), Tarmizi A Karim dan sejumlah tokoh Partai Aceh seperti Malik Mahmud, Zaini Abdullah bahkan Muzakir Manaf, semua nama tersebut masuk dalam kandidat yang disurvei oleh Partai Demokrat.

Mawardi Nurdin mengatakan sebagai ketua partai dirinya berpeluang dicalonkan partainya, namun ia juga tidak menutup kemungkinan jika ada figur lain di Demokrat yang dalam hasil survei lebih dipercaya masyarakat maka ia akan mendukung figur yang bersangkutan, karena dalam survei yang dilakukan Demokrat tidak hanya calon dari kalangan partai saja yang di survei, didalamnya termasuk dari tokoh Partai Aceh (KPA) bahkan Rector Unsyiah, Darni M Daud.

“Orang mengatakan ya ketua dululah yang lebih berhak, tapi kita lihat hasil survei dulu, kalau memang ada calon lain yang tingkat kepercayaannya lebih tinggi saya harus relistislah, misalnya saya hanya 5 persen sedangkan yang lain ada yang 20 persen ya saya harus realistislah,” katanya.

Mawardi membantah kalau ada isu bahwa istana sudah menitipkan calon Gubernur Aceh dari Demokrat adalah Wakil Gubernur Aceh saat ini yaitu Muhammmad Nazar, menurutnya sesuai dengan janji dari ketua DPP Democrat Anas Urbaningrum, bahwa tidak ada calon kapal selam yang tiba – tiba muncul di Demokrat, semua calon harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.

Mawardi menambahkan pihaknya juga siap menjajaki koalisi dengan partai-partai kecil seperti PKB, PKS atau PAN sebagaimana koalisi Demokrat ditingkat nasional, mengingat Demokrat hanya butuh satu kursi lagi untuk bisa maju secara mandiri dalam Pilkada mendatang.

Calon lain yang juga muncul adalah Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Darni M Daud, beberapa waku lalu Darni mengaku didekati oleh beberpa partai, baik lokal dan nasional, namun darni menolak menyebutkan partai yang sudah mendekatinya. Akan tetapi darni siap maju jika memang dipercayakan oleh partai manapun, bahkan jika MK mengabulkan calon independen Darni juga siap maju lewat jalur independen.

“Saya terbuka dan siap, dari partai manapun,termasuk Partai Aceh saya siap, bahkan dari calon independen pun siap kalau memungkinkan, jadi saya siap untuk dicalonkan atau siap untuk tidak dicalonkan,” katanya.

Nama yang juga muncul sebagai kandidat adalah Gubernur yang sedang menjabat Irwandi Yusuf, ia masuk dalam kandidat yang disurvei oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat, artinya nama Irwandi juga masih diperhitungkan, menanggapi survei tersebut Irwandi mengatakan belum ada satu keputusan dirinya akan maju di Pemilukada mendatang, semua tergantung dari hasil survei atau permintaan partai, apa lagi hingga saat ini mahkamah konstitusi belum memutuskan boleh atau tidaknya calon independent pada Pemilukada Aceh, jika nantinya MK memutuskan tidak boleh ada calon independent maka semua calon harus maju melalui partai politik.

“Demokrat melakukan survei terhadap semua orang, termasuk dari Partai Aceh atau dari tokooh maysarakat, begitu juga Golkar semua disurvey tapi tidak berarti akan dipakai Golkar, atau calonnya juga belum tentu mau ikut Democrat atau Golkar, namun keadaan riilnya kan Golkar bisa saja meminang siapapun,” katanya.

Dalam Pemilukada Aceh 2011 mendatang untuk calon gubernur hanya Partai Aceh saja yang bisa mengajukan calon mandiri, karena Partai Aceh menguasai 33 kursi di DPR Aceh, sedangkan partai – partai lain harus punya koalisi untuk mencalonkan diri sebgai orang nomor satu di Aceh, dengan demikian kemungkinan tidak banyak orang yang bisa bermimpi untuk menjadi Gubernur Aceh. (im)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.