BI Paparkan Sejumlah Tantangan Aceh Barat dalam Bidang Ekonomi

Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Z. Arifin Lubis, menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Bupati Aceh Barat, Ramli M.S., mengeni langkah-langkah strategis yang dapat diambil guna mengatasi tantangan dalam pengembangan ekonomi Aceh Barat.

Selain itu, Arifin juga menyampaikan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan instansi/lembaga terkait untuk mendorong sektor unggulan daerah dalam rangka pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh Barat.

Hal demikian disampaikan Arifin pada Focus Group Discussion (FGD) Pemkab Aceh Barat, (30/04) di Ruang Rapat Bupati Aceh Barat. FGD tersebut berguna membahas mengenai upaya percepatan pengembangan ekonomi Kabupaten Aceh Barat.

Arifin mengatakan, secara umum, kinerja perekonomian Aceh Barat dalam 5 tahun terakhir terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi Aceh Barat secara rata-rata adalah sebesar 5,58% atau lebih besar dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh (2,18%). Perekonomian di Aceh Barat terutama bertumpu pada sektor pertanian dan perikanan (31%), perdagangan (16%), konstruksi (11%), administrasi pemerintahan (10%), serta pertambangan dan penggalian (8%).

Arifin menyebutkan, sejumlah tantangan yang dihadapi Aceh Barat di bidang ekonomi yaitu bagaimana memperbaiki tingkat pengangguran dan kemiskinan, menjaga inflasi pada level yang rendah dan stabil, meningkatkan indeks pembangunan manusia, meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan, serta mengoptimalkan penggunaan APBK dan pengelolaan sumber daya alam.

Pada kesempatan itu Bank Indonesia juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemkab Aceh Barat, antara lain, Alokasi APBK dilakukan berdasarkan data dan kajian/penelitian, sehingga sektor-sektor utama yang memiliki daya ungkit ekonomi besar dapat lebih diprioritaskan.

“Optimalisasi peran TPID melalui koordinasi dan kolaborasi antar anggota TPID yang dilakukan secara berkala dan terintegrasi, sehingga program kerja masing-masing anggota TPID dapat lebih tepat sasaran, misalnya operasi pasar dengan waktu, lokasi dan komoditas yang tepat,” lanjutnya.

Selanjutnya, mengoptimalkan SDA yang ada melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah, antara lain dengan pemanfaatan lahan tidur dan pengembangan sektor industri pengolahan agar output yang dihasilkan bukan lagi bahan mentah, melainkan barang setengah jadi atau barang jadi. Hal ini akan berdampak pada penambahan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Perlu diupayakan peningkatan investasi melalui penciptaan iklim investasi yg kondusif dan strategi promosi yang tepat. Beberapa hal yg menjadi pertimbangan imvestor dalam berinvestasi adalah: kondisi perekonomian, kebijakan pemerintah setempat, regulasi, isu ketenagakerjaan, keamanan, infrastruktur, serta potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Z. Arifin Lubis, juga melakukan pertemuan dengan Danrem 012/TU, Aswardi, beserta jajarannya di Markas Korem 012/TU.

Dalam pertemuan tersebut disinggung mengenai ketahanan ekonomi daerah dan kaitannya dengan ketahanan ekonomi nasional.

Selain itu, dibahas pula mengenai kemungkinan Korem 012/TU dapat berperan aktif dalam mendukung pengembangan sektor unggulan daerah yang dapat berkontribusi bagi pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain dalam pemberian bimbingan dan melakukan pengawasan guna meningkatkan etos kerja dan produktivitas para petani/peternak/nelayan yang pada akhirnya dapat mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang merupakan sektor unggulan Aceh Barat.