Irwan Djohan : Tugu Titik Nol Banda Aceh Akan Ditata Ulang Mulai 2019

Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan menggelar kegiatan bersama Himpunan Pelaku Pariwisata Aceh di Titik Nol Banda Aceh/FB Teuku Irwan Djohan

Prihatin dengan kondisi kawasan tugu titik nol kota Banda Aceh, Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan mengakui telah memperjuangkan alokasi anggaran penataan ulang kawasan tersebut, dan telah disetujui dalam APBA 2019.

Saat ini, lokasi yang sangat bersejarah tersebut keadaannya sangat mengenaskan, bahkan seperti tidak diperhatikan, apalagi dirawat.

“Saya tidak bermaksud menyalahkan siapapun terhadap kondisi ini, justru mungkin sayalah yang paling bersalah, karena selama ini luput memperhatikannya. Bagi Anda yang pernah berkunjung ke sana, pastilah bisa melihat dan merasakan sendiri bagaimana keadaannya,” Tulis Irwan di Media sosialnya.

Irwan menyebutkan, kawasan yang sarat dengan nilai sejarah itu, kini menjadi tempat tumpukan sampah yang mengganggu penglihatan dan juga penciuman. Mulai dari botol-botol plastik, hingga pampers bayi berisi najis yang sudah membusuk, berserakan di sekitar tugu, tanpa ada yang terpanggil untuk membersihkannya.

“Bahkan, kawasan yang seharusnya menjadi destinasi wisata bagi turis itu, kini menjadi destinasi wisata bagi kambing. Padahal, jika diperhatikan dan dirawat dengan baik, lokasi yang berada di dekat pantai tersebut sangat menarik untuk dikunjungi oleh turis dari manapun, sehingga akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” lanjut Irwan mengutip pemberitaan di tribunnews.com tertanggal 11 September 2017 itu.

Pada halaman Facebook nya Irwan juga menceritakan terkat jawaban mengejutkan dari para pemandu wisata yang sempat berbincang dengannya di lokasi tugu titik nol kota Banda Aceh beberapa waktu yang lalu, saat Irwan bersama dengan Himpunan Pelaku Pariwisata Aceh melakukan bersih-bersih (gotong royong) di sana.

“Saya bertanya kepada mereka bagaimana reaksi para turis yang datang ke sini, melihat kondisi seperti ini? dan mereka jawab bahwa mereka sudah sepakat untuk tidak membawa turis ke sini. Karena kami malu. Kalau ada turis yang minta dibawa ke sini, kami jawab saja bahwa tempat ini ditutup karena sedang diperbaiki,” cerita Irwan.

Dari Jawaban itulah kemudia Irwan berfikir bahwa tempat bersejarah ini memang harus segera ditata ulang, diperbaiki dan dibuat lebih indah.

Sebagai orang Aceh, lanjut Irwan, Kita tentu tidak ingin menjadi malu bila ada tamu-tamu dari luar daerah dan luar negeri yang melihat realita seperti ini. Bukan hanya karena bisa dianggap sebagai bangsa yang jorok, akan tetapi juga bisa dianggap sebagai bangsa yang tidak menghargai jasa para indatu (nenek moyang) sendiri.

“Saya berharap, semoga proses pembuatan DED penataan ulang kawasan tugu titik nol kota Banda Aceh pada tahun ini bisa terlaksana dengan baik. Dan Insya Allah, Pada tahun 2020 nanti proses pembangunan fisiknya dapat diwujudkan tanpa adanya hambatan atau penolakan dari pihak manapun,” tutup Irwan Djohan.