Rambo : Saya yang benar Dikejar-kejar, yang Salah itu Bagaimana? yang Pakai Topeng itu!

Rambo Aceh memberikan keterangan pers/Akj

Komisi I DPR Aceh menggelar pertemuan dengan Nirmanto atau popular dengan nama Rambo Aceh, terkait videonya yang cukup populer di media sosial terkait dengan aksi #2019gantipresiden beberapa waktu lalu.

Pertemua itu dihadiri Ketua Komisi I DPRA Azhari Cagee, beserta sejumlah anggota Komisi I DPRA, Rambo Aceh serta unsur relawan #2019gantipresiden.

Kepada Komisi I DPRA, Rambo menceritakan kronologis pembuatan video tersebut semata-mata untuk membalas video sejumlah pria bersebo yang melakukan ancaman terhadap masyarakat yang akan menggelar aksi #2019gantipresiden.

Rambo menyebutkan cara ancam-mengancam dengan memakai topeng serta meneriakkan takbir seperti di video pengancam itu sama sekali tidak menujukkan mereka sebagai karakter orang Aceh.

“Saya tidak terima ancaman model seperti itu, jadi atas inisiatif saya sendiri dengan menggunakan HP teman saya, kami membuat video itu, karena kalau saya tidak punya HP android. Jadi apa salah saya kalau merespon video saya anggap itu tidak benar,” ujar Rambo mengisahkan.

Namun pasca pembuatan video itu dia mengakui didatangi oleh sejumlah anggota polisi dari Polsek Kuala Kabupaten Nagan Raya, dia diminta untuk datang ke kantor polisi mengklarifikasi video tersebut serta membuat video lain untuk menyampaikan permohonan maaf.

“Polisi menyodorkan kertas yang sudah mereka tulis permohonan maaf untuk dibacakan, tapi saya tidak setuju, karena saya tanya apakah video saya sebelumnya ada pelanggaran hukum, mereka bilang tidak ada, lalu untuk apa saya meminta maaf, akhirnya saya pulang, pas pulang salah seorang dari mereka bilang, kalau nggak mau lihat nanti,” ujarnya menceritakan.

Pulang dari Polsek Kuala, Rambo mengaku tidak berani lagi pulang ke rumah, karena khawatir dengan ancaman tersebut, akhirnya dia memutuskan untuk ke Banda Aceh dan bertemu relawan #2019gantipresiden.

“Kemarin sudah telpon istri bahwa saya akan pulang, karena kalau saya tidak kerja maka anak isteri saya makan apa?, karena saya tidak punya pekerjaan tetap. Tapi tadi saya dikabari teman dari kampung agar jangan pulang dulu, karena saya disana masih dicari-cari, banyak yang tanyain,” lanjutnya.

Namun demikian Rambo mengakui tidak menyesal telah membuat video yang viral itu.

“Kalau menyesal, kalau saya takut maka saya sudah penuhi permintaan polisi untuk minta maaf. tapi saya berada di posisi benar. Sekarang gini ya, saya yang benar dikejar-kejar, jadi pakai topeng itu macam mana, kenapa tidak ditangkap,” lanjutnya.

Selanjutnya Ia meminta kepada pihak DPR Aceh untuk membantu menyelesaikan persoalan itu dan memberikan perlindungan, sehingga Ia bisa kembali ke kampungnya dengan tenang.

Pertemuan Rambo Aceh dengan DPRA/Akj

Sementara itu Ketua Komisi I DPRA Azhari Cagee mengatakan sebagai komisi yang membidangi hukum dan keamanan pihaknya menerima semua keluhan masyarakat terkait dengan Kamtibmas.

Dalam kasus Rambo yang sudah viral, menurut Azhari Cagee, hal itu harus segera diselesaikan, dan terkait pemanggilan Rambo oleh kepolisian, pihaknya akan mengundang Polda Aceh untuk mempertanyakan hal itu, dan meminta polisi juga mencari video pengancam deklarasi #2019gantipresiden.

“Kita meminta agar polisi memperlakukan masyarakat secara sama didepan hukum, karena bang Rambo sudah dipanggil, maka kita minta agar pria bertopeng itu dicari, agar tidak ada diskriminasi, kita berharap agar Polda memberikan perlindungan kepada bang Rambo,” ujarnya.

Ditempat yang Sama Muhammad Saleh dari Fraksi Golkar juga meminta pihak kepolisian mencari pria bertopeng tersebut, karena menurutnya reaksi Rambo tidak terlepas dari aksi para pria bertopeng itu.

Sementara itu Jamaluddin T Muku dari Fraksi Demokrat meminta agar segera ada koordinasi dengan Polda Aceh, khususnya terkait ancaman yang diterima oleh Rambo.
Abdullah Saleh dari Fraksi Partai Aceh juga meminta agar persoalan itu tidak dianggap sepele, sehingga harus secepatnya dicarikan langkah-langkah hukum dan langkah-langkah politik.

Penasehat hukum Rambo, Mukhlis Mukhtar berharap hal serupa tidak lagi terulang terhadap masyarakat, pasalnya saat ini anak dan istri Rambo ketakutan terhadap apa yang dialami oleh Rambo. Oleh sebab itu Mukhlis berharap komisi I DPRA untuk mencarikan solusi sehingga kehidupan Rambo kembali normal seperti biasa.

Sementara itu Fazil dari relawan #2019gantipresiden juga menyesalkan tindakan berlebihan pihak kepolisian terhadap masyarakat, apalagi sampai terganggu kehidupannya, padahal Rambo mempunyai tanggungan anak dan istri.

Seperti diberitakan sebelumnya, video Rambo Aceh viral di media sosial, terkait balasan ancaman terhadap sejumlah pria bersebo yang menebar ancaman terhadap masyarakat yang berencana melakukan aksi #2019gantipresiden di Aceh.