DPRK Sorot Tingginya Biaya Parkir di PKA

Zulfikar Abdullah

Anggota DPRK Banda Aceh Zulfikar menyoroti tingginya biaya parkir yang dikenakan bagi pengunjung Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 7 di komplek Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh.

Anggota komisi C DPRK Banda Aceh itu mengaku mendapatkan sejumlah pertanyaan dari masyarakat terkait besaran biaya parkir di lokasi PKA, pasalnya masyarakat dikutip parkir mulai dari 5-10 ribu perkendaraan. Angka tersebut kata Zulfikar sangat besar, bahkan sangat jauh dari aturan qanun perparkiran kota Banda Aceh.

“Kami mendapatkan banyak pertanyaan dan masukan dari masyarakat yang mengunjungi PKA terkait dengan biaya parkir yang katanya dikutip mulai dari angka Rp. 5 ribu hingga Rp. 10 ribu perkendaraan. Tentu ini angka yang cukup besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu kata Zulfikar, petugas parkir juga tidak memiliki identitas baik badge maupun rompi petugas parkir, sehingga pihaknya mempertanyakan apakah uang parkir tersebut masuk ke PAD Banda Aceh atau tidak.

“Kami kami dengar uang parkir ini nggak masuk ke PAD Banda Aceh. Lalu kemana uang itu larinya?, siapa yang mengawasi pengutipan parkir tersebut?, seharusnya itu berada dibawah dinas perhubungan kota Banda Aceh,” lanjut Zulfikar.

Zulfikar berharap kepada panitia PKA agar segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait parkir, mengingat pelaksanaan PKA masih sangat lama, sehingga masih ada waktu bagi panitia untuk segera menertibkannya. Selain biaya parkir, Zulfikar juga meminta agar kendaraan di parkir secara rapi dan berada dibawah pengawasan petugas parkir sehingga tidak berdampak pada kemacetan, khususnya pada saat jam-jam sibuk.

Zulfikar juga meminta kepada Pemko Banda Aceh untuk menjadikan momentum PKA untuk menampilkan citra baik kota Banda Aceh kepada masyarakat diluar kota Banda Aceh, sehingga ketika mereka pulang dari sini nantinya, mereka akan menjadi duta yang menyampaikan cerita-cerita baik tentang kota Banda Aceh.

“Pada kesempatan ini kami meminta kepada Pemko Banda Aceh serta instansi terkait agar bekerja keras untuk menjaga kebersihan kota Banda Aceh, karena dengan banyaknya even ini tentu jumlah sampah juga akan meningkat, oleh karenanya kita berharap agar dipastikan semua sampah-sampah terangkut ke TPA,” pungkas Zulfikar.